• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Sabtu, 24 Oktober 2020

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Kejari Ende Endapkan Kasus Korupsi Dana Bencana Alam
    LEX | Senin, 19 Mei 2014 | 14:40 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Kejari
    Kantor Kejaksaan Negeri Ende

     

     

    Ende, Flobamora.net - Kejaksaan Negeri Ende diminta untuk segera selesaikan kasus Bencana alam 2010-2011, karena hingga tahun 2014 ini kasus yang menelan kerugian negara miliaran rupiah ini mengendap padahal sudah ditetapkan tujuh tersangka dalam kasus ini.

     

    Sekretaris Forum Peduli Masyarakat Kecil Kabupaten Ende, Adrianus So mengatakan hal itu, saat ditemui di DPRD Ende, Senin (19/5). Dia mencurigai ada main mata antara pihak Kejari setempat dalam kasus ini.

     

    Lebih jauh aktivis PMKRI ini mengatakan, kasus dana Bencana Alam yang disidik hingga sekarang tidak ada progres sama sekali, malahan terkesan diendapkan. Padahal, tahun 2012 lalu Kejari Ende, Adiyanto sudah menetapkan tujuh tersangka terkait penyalahgunaan Dana Bencana Alam tersebut.

     

    “Kita kini lagi menunggu sejauh mana perkembangan penanganannya. Kasus ini berjalan di tempat, dan diduga akan diendapkan. Padahal sudah ada yang ditetapkan sebagai tersangka,” tuturnya.

     

    Dia mengatakan, Kejari Ende hanya memfokuskan pada kasus-kasus yang kerugiannya belum diketahui apalagi kerugian yang cuma puluhan juta. Padahal, kasus bencana alam, negara mengalami kerugiakan  miliaran rupiah.

     

    Dia menyebutkan, seperti kasus Pasar Mbongawani  yang hingga sekarang belum diketahui kerugiannya karena belum dilakukan audit oleh BPKP, namun dipaksakan naik dan kini sudah ditetapkan tiga tersangka dan diduga telah ditahan di Rutan Penfui Kupang.

     

    “Juga kasus-kasus korupsi lainnya yang angka kerugiannya cuma puluhan juta rupiah, sementara angka miliaran rupiah penanganannya berjalan di tempat,” katanya.

     

    Kata dia, jika Kejaksaan Negeri Ende tidak serius menangani kasus ini, maka Forum Peduli Masyarakat Miskin Kabupaten Ende  dan masyarakat akan melakukan mosi tidak percaya terhadap Kejari Ende bersama jajarannya.

     

    Untuk diketahui, kasus dana  bencana alam 2010-2011 yang menelan anggaran Rp. 12 Miliar lebih ini diduga telah terjadi penyelewengan . Pengerjaan proyek Bencana alam negara dirugikan  miliaran rupaih.

     

    Untuk itulah  tanggal  25 Juni 2012 Kepala Kejaksaan Negeri Ende saat itu Adiyanto, menetapkan tujuh tersangka karena sesuai dengan bukti ada kerugian di sana.

     

    Pengerjaaan proyek bencana alam masing-masing Bronjongnisasi kali Nangapanda sebesar Rp2 miliar, Tanggul abrasi di Ndori Rp.3 miliar, Normalisasi Kali Wolowona Rp. 2,5 Miliar, untuk tebing Sungai Lowo Lande Rp.600 juta dan talud penahan gelombang di Rate Rp.1,5 miliar.

     

    Kepala Kejaksaan Negeri Ende saat  itu, Adyanto menyebutkan ketujuh nama tersebut yang sudah menjadi tersangka  masing masing berinisial JRT, GG, HFM, JMK, dan TL. Kelimanya adalah kontraktor yang mengerjakan proyek dan dua dari PNS sebagai PPK dan PJOK masing masing BM (PPK) dan SK (PJPK ).***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.