• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Sabtu, 27 November 2021

     
    Home   »  Pemilu
     
    Jokowi Miliki Tiga Kepribadian Utama
    ALBERTO | Senin, 19 Mei 2014 | 15:48 WIB            #PEMILU

    Jokowi
    Joko Widodo

     

     

    KUPANG, FLOBAMORA.NET - Calon Presiden (Capres) yang diusung PDI Perjuangan bersama koalisi partai, NasDem dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) serta Hanura, Joko Widodo (Jokowi) memiliki tiga kepribadian utama yang dibutuhkan seorang pemimpin yakni baik, tegas dan santun.

     

    Demikian intisari yang mengemuka dalam diskusi yang digelar Sekretariat Nasional (Seknas) Jokowi NTT, Minggu (18/5) malam. Kegiatan ini menampilkan pemateri utama, Belle Antonius.

     

    Antonius mengatakan, tipe pemimpin yang tegas bukan dilihat dari aspek lahiriah atau performa, tapi ketegasan terhadap komitmen atau keputusan yang telah diambil. Dalam ketegasan itu Jokowi tetap menampilkan kesantunan menghargai sesama sebagai manusia.

     

    Dia tidak memandang rendah siapapun atau dari strata manapun seseorang. Ia menyampaikan, Revolusi Mental yang digagas Jokowi sebenarnya menggambarkan konsep pemimpin masa depan dengan kondisi kekinian bangsa Indonesia saat ini.

     

    Dalam pembangunan bangsa, istilah ‘revolusi’ tidak berlebihan. Revolusi mental menciptakan paradigma, budaya politik, dan pendekatan nation building baru yang lebih manusiawi, sesuai dengan budaya nusantara, bersahaja, dan berkesinambungan. Usaha ini tetap memerlukan dukungan moril dan spiritual serta komitmen dalm diri seorang pemimpin dan diperlukan pengorbanan oleh masyarakat.

     

    Dia menyatakan, walau revolusi mental baru saja dimulai, tapi harus menjadi sebuah gerakan nasional. Negara Indonesia adalah negara besar. Namun, masayarakat Indonesia sering tidak percaya diri saat menghadapi tantangan- tanganan zaman. “Karena itu, pola pikir masyarakat Indonesia harus diubah melalui kepemimpinan dirinya,” ujarnya.

     

    Menurut dia, Revolusi Mental yang digagas Jokowi merupakan hasil implementasi dari konsep tentang eksistensi manusia, ada, dan kegiatan. Dalam jabatan apapun termasuk di bidang politik, aspek manusia menjadi sentral. Karena di bidang politik pun, diberbicarakan tentang kesejahteraan bersama (bonnum commune).

     

    Lebih lanjut dia menguraikan, manusia dalam konteks pemimpin harus mempunyai empat aspek. Yaitu memiliki nafsu untuk melakukan sesuatu yang baik bagi masyarakat. Memiliki nalar atau tingkat intelektual yang cukup untuk meramu semua konsep. Memiliki naluri yang kuat dalam melayani kesejahteraan masyarakat dan memberikan pelayanan kepada masyarakat berdasarkan nurani yang utuh.

     

    “Jokowi dalam aras kepemimpinan, baik sebagai Walikota Solo maupun sebagai Gubernur DKI Jakarta, sangat mencerminkan empat aspek kepemimpinan ini,” tandasnya.

     

    Sekretaris Jenderal (Sekjen) Seknas Jokowi NTT, Christo Kabelen menyampaikan, setelah sukses melakukan deklarasi di Taman Nostalgia beberapa waktu lalu, Seknas Jokowi NTT kembali menggalang dukungan untuk Jokowi Presiden melalui diskusi terbuka.

     

    Diskusi yang digelar tersebut sebagai bentuk untuk mengkampanyekan konsep Revolusi Mental (character building) yang digagas oleh Calon Presiden RI beberapa waktu lalu dalam implementasinya kepada masyarakat Indonesia umumnya dan kepada masyarakat NTT khusunya. Diskusi ini mengambil tema “Revolusi Mental; Kita Adalah Jokowi.”***   


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2021 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.