• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Sabtu, 27 November 2021

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Sekolah Diimbau Redam Aksi Berlebihan Siswa Saat Rayakan Kelulusan
    ALBERTO/RISKY | Selasa, 20 Mei 2014 | 10:56 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Sekolah
    Jimy W.B Sianto

     

     

    Kupang, Flobamora.net - DPRD Nusa Tenggara Timur (NTT) meminta sekolah-sekolah di daerah ini untuk bisa meredam aksi corat-coret seragam atau berlebihan yang menjadi tren di kalangan siswa untuk merayakan kelulusan mereka.

     

    Wakil Ketua Komisi D DPRD NTT, Jimmy W.B Sianto  kepada wartawan di Kupang, Selasa (20/5) mengatakan, tugas sekolah tidak berakhir setelah peserta didiknya lulus, tetapi harus mampu memberikan pembinaan demi mengubah karakter anak didiknya.

     

    Dia sangat menyangkan jika para siswa melakukan selebrasi berlebihan, bahkan mengganggu ketertiban umum. "Tidak boleh itu corat-coret baju atau apa untuk merayakan kelulusan. Itu tindakan yang sangat tidak perlu dan berlebihan," katanya.

     

    Sekolah , ujarnya, bisa meminta siswa untuk melakukan hal yang jauh lebih bermanfaat. Pasalnya setelah SMA pun mereka harus menempuh jenjang perguruan tinggi ataupun terjun langsung berkarier.

    Menurutnya, lebih baik baju-baju itu disumbangkan ke adik-adik mereka yang kurang mampu. Itu lebih berguna ketimbang corat-coret.

     

    “ Kita lihat setiap ada pengumuman UN siswa-siswa seperti “liar”.  Proses belajar mengajar selama ini ternyata gagal mengubah karakter anak. Aksi corat-coret baju, kebut-kebutan bahkan menenggak miras untuk merayakan kelulusan sejatinya harus bisa dicegah,” paparnya.

     

    Dewan. Katanya, memberikan apresiasi kepada sejumlah sekolah yang berhasil mengarahkan peserta didiknya untuk merayakan kelulusan dengan menggelar ibadah bersama, sehingga siswa bisa menghindari diri dari aksi corat-coret atau kebut-kebutan di jalanan.  

     

    Menyangkut hasil UN tahun 2014,  dia mengatakan, ada peningkatan yang cukup signifikan khusus untuk tingkat SMA. Sedangkan SMK ada sedikit penurunan.  

     

    Sebagaiimana  diketahui, kelulusan UN  tingkat SMA/MA di NTT mengalami kenaikan  dari 98,20 persen pada tahun 2013 lalu  menjadi 98,98 persen. Sedangkan untuk SMK mengalami penurunan dari 99,79 persen pada tahun sebelumnya menjadi  99, 12 persen.

     

    Dari 21 kabupaten dan kota di NTT, untuk peringkat kelulusan siswa SMA/MA  hanya dua kabupaten yakni Ngada dengan jumlah peserta 1383 orang dan Sumba Tengah 350 orang, yang prosentase kelulusan siswanya 100 persen. Sementara Kabupaten Sumba Barat tingkat kelulusannya terendah hanya 92,47 persen dari jumlah peserta 996 orang.

     

    Untuk prosentasa kelulusan SMK, ada sembilan  kabupaten yang meraih kelulusan 100 persen. Kesembilan kabupaten itu adalah Kabupaten Kupang, Flores Timur, Lembata, Rote Ndao, Manggarai Barat, Sumba Tengah, Manggarai Timur, Timor Tengah Utara, dan Kabupaten Sumba Barat Daya.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2021 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.