• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Jumat, 25 September 2020

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Kejari Ende Bantah Endapkan Kasus Bencana Alam
    LEX | Jumat, 23 Mei 2014 | 13:59 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Kejari
    Kasipidum Kejaksaan Negeri Ende , Helmy Hidayat

     

     

    Ende, Flobamora.net - Kejaksaan Negeri Ende membantah pihaknya mengendapkan kasus Dana Bencana Alam 2012 yang disinyalir oleh Forum Kesejahteraan Masyarakat Miskin melalui media ini  beberapa waktu.

     

    Bantahan tersebut disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri Ende, Eri A Harahap melalui  Kasipidum, Helmy Hidayat yang  juga bertindak sebagai Jaksa pemeriksa.

     

    Didampingi Kasipidsus, Alboin M Blegur dia menjelaskan kasus ini terus disidik dan tidak ada upaya untuk mengendapkan.

     

    Ditemui di ruang  kerjanya, Kamis (22/5), Helmy Hidayat mengatakan, Kejaksaan Negeri Ende masih menunggu penghitungan kerugian keuangan negara  dari BPKP karena sebutnya, masih ada syarat-syarat yang belum dipenuhi ,

     

    “Masalah dana cost sharing , hasil klarifikasi pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah sudah dilakukan namun belum ada klarifiasi penghitungan kerugian keuangan negara dari BPKP, jika sudah ada maka insyaallah akan segera final,” tuturnya.

     

    Dia mengatakan, faktor lain yang menjadi kendala adalah beberapa tersangka belum dilakukan pemeriksaan lagi dengan alasan mereka mau didampingi penasihat hukum dan yang lainnya masih dalam masa perkabungan.

     

    Lebih lanjut dia mengatakan, progres terhadap kasus ini sudah mendekati 80 hingga 85 persen, tinggal menunggu hasil investigatip dari BPKP terhadap kerugian keuangan negara.

     

    Saat ini, katanya, Kejari Ende masih memfokuskan diri pada perkara pidana Pemilu yang harus segera ditangani , karena sifat penanganannya cepat.

     

    “Kami menghargai apa yang disampaikan masyarakat terkait sinyalemen Kejari Ende mengendapkan kasus ini. Namun yang pasti kami tidak punya niat untuk itu. Kami juga tidak memilih kasus korupsi dengan nominal  kecil diprioritaskan  lebih dahulu sementara yang nilai nominal besar kemudian, tetapi jika memang saksi dan barang bukit lengkap maka akan dinaikan ke Pengadilan, ”paparnya.

     

    Seperti pemberitaan sebelumnya Forum Peduli Kesejahteraan Masyarakat Miskin menduga kejaksaan negeri Ende mengendapkan kasus Benxcana alam 2011-2012.Padahal sejak 2012 Kejaksaan negeri Ende sudah menetapakan tujuh tersangka dalam kasus Bencana Alam  ini .    

     

    Kepala Kejaksaan Negeri Ende saat  itu, Adyanto menyebutkan ketujuh nama tersebut yang sudah menjadi tersangka  masing masing berinisial JRT,GG,HFM.JMK,TL,. Kelimanya adalah kontraktor yang mengerjakan proyek dan dua dari PNS sebagai PPK dan PJOK masing masing dengan inisial BM (PPK) dan SK (PJPK ).

     

    Kasus bencana alam 2010-2011 yang menelan anggaran Rp. 12 Miliar lebih ini di duga telah terjadi penyelewengan . Pengerjaan proyek Bencana alam negara dirugikan 2 miliar rupiah. Untuk itulah  tanggal  25 Juni 2012 Kepala Kejaksaan Negeri Ende saat itu, Adiyanto menetapkan tujuh tersangka tersebut.

     

    Pengerjaaan proyek bencana alam masing-masing Bronjongnisasi kali  Nangapanda sebesar Rp2 miliar, Tanggul abrasi di Ndori Rp.3 miliar, Normalisasi kali Wolowona Rp.2,5 Miliar, untuk tebing sungai Lowo Lande Rp.600 juta dan talud penahan gelombang di Rate Rp.1,5 miliar.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.