• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 19 November 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Bubarkan Saja Sekolah Swasta !
    LEX | Selasa, 27 Mei 2014 | 11:24 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Bubarkan
    Tenaga Honorer K-2 yang Sempat Bertahan di Kantor Bupati Ende.

     

    Ende, Flobamora.net - Ratusan guru honorer K2 yang mengabdi di sejumlah sekolah swasta  yang melakukan aksinya di Kantor Bupati Ende, Senin (26/5), meminta pemerintah segera membubarkan sekolah swasta yang ada. Pasalnya berdasarkan hasil verifikasi, semua  guru swasta , yayasan dan komite tidak lolos dalam seleksi penerimaan PNS.

     

    Sejumlah guru swasta, mengungkapkan kekecewaan mereka. Mereka mempertanyakan keberpihakan pemerintah terhadap nasib para guru swasta yang ada.

     

    Mereka berpendapat, pemerintah menganaktirikan guru-guru yang bekerja di sekolah swasta dan hanya memperhatikan para guru yang bekerja di sekolah negeri.

     

    “Ditengah upaya mencerdaskan anak bangsa , negara masih melakukan diskriminasi antara sekolah  negeri dan swasta. Padahal mereka tidak tahu orang-orang besar sekarang ini semuanya dari sekolah swasta,” tutur  Maria salah seorang guru yang mengajar di salah satu SMP Swasta di Kota Ende.

     

    Dia bahkan berteriak  jika ada diskriminasi seperti ini sebaiknya sekolah swasta dibubarkan saja.

     

    Hal yang sama juga disampaikan Albinus, salah seorang pegawai kontrak di salah satu SMPN di Kota Ende. Dia mempertanyakan mengapa pegawai yayasan, pegawai komite dan yang ada di sekolah swasta tidak diakomodir pemerintah, padahal sama-sama bekerja untuk membangun pendidikan di negeri ini.

     

    “Kami yang dari pegawai komite termasuk yang ada di swasta mengapa kami dianaktirikan. Padahal kami sudah bekerja  lama, sudah penuhi semua persyaratan dan lengkap. Mungkin karena kami di komite atau bekerja di sekolah swasta sehingga tidak diakomodir,” tutur Albinus.

     

    Kepala BKD Ende Derson Duka ditemui di kantor bupati setempat )mengatakan, pihaknya  mengerti dengan tuntutan tenaga honorer K-2 tersebut.

     

    Menurutnya, regulasi sudah mengatur tentangt hal itu. Sedangkan verifikasi yang dilakukan melalui tim yang diketuai Plt Sekda dan beranggotakan BKD, Kesbangpol, Inspektorat, PPKAD,PPO dan Bagian Hukum sudah sesuai regulasi.

    Dia menerangkan, sesuai dengan regulasi para guru yang bekerja di lembaga swasta, yayasan, komite sekolah tidak bisa diakomodir. Meski demikian pemerintah tidak akan menutup mata dan terus memperjuangkan agar kedepan para guru atau pegawai yang mengabdi di swasta dan juga para pegawai bisa diakomodir.

     

    “Kita tahu yang bekerja di sekolah swasta itu jauh lebih banyak dibandingkan di sekolah negeri. Namun kami terbentur pada regulasi. Kami tidak bisa meloloskan mereka. Namun pemerintah daerah pasti akan terus memperjuangkan itu,” tutur Derson.

     

    Karena itu, dia berharap, para guru swasta untuk bersabar dan Pemerintah daerah akan memperjuangkan nasib mereka.

     

    Mestinya,tambah dia,  pemerintah pusat jangan samakan sekolah swasta di Jawa dengan yang ada di luar Jawa. Karena kondisinya sangat berbeda apalagi soal memberikan kesejahteraan kepada para guru.

     

    Dia mengatakan, yayasan atau sekolah swasta di Jawa sangat kuat, sementara di luar Jawa khususnya Kabupaten Ende dalam memberikan kesejahteraan tidak seperti sekolah di sana .***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        1 komentar



      Maria I. C. Ende 27 Mei 2014 - 23:16 WIB
      Semoga ada solusi terbaik.
      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.