• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Sabtu, 21 September 2019

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Staf Ahli Menteri Pekerjaan Umum Tinjau Sumur Bor di Manusak
    ALBERTO | Kamis, 29 Mei 2014 | 16:00 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Staf
    Staf Ahli Menteri Pekerjaan Umum, Mudjiadi

     

    Kupang, Flobamora.net - Staf Ahli Menteri Pekerjaan Umum,  Mudjiadi, Kamis (29/5) meninjau lokasi dan pemenfaatan sumur bor yang dibangun Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara II,  untuk Kelompok Tani Kacinda di Desa Manusak, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang.

    Didampingi Kepala BWS Nusa Tenggara II, Charisal A. Manu dan sejumlah staf, Mudjiadi menyaksikan dari dekat pengoperasian sumur bor yang dibangun pada tahun 2011 lalu untuk mengaliri sekitar 20 hektare lahan milik petani setempat.

    Ketua Kelompok Tani Kacinda, Julius Pelandou menjelaskan, adanya sumur bor tersebut sangat membantu petani setempat, dimana mereka dapat bercocok tanam selain padi dan jagung serta palawija, minimal tiga kali dalam setahun.

    “Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum yang membantu petani dengan sumur bor ini. Sebelum ada sumur bor, kami hanya bisa menanam setahun sekali,” katanya.

    Dia menjelaskan, setelah memanen jagung dan padi yang memanfaatkan curah hujan, pada musim kemarau petani setempat bisa menanam tanaman holtikulturan seperti sayur-sayuran, tomat dan bawang.

    Hal serupa disampaikan Marthen Gia, anggota kelotani lainnya. Menurut Marthen yang juga operator sumur bor, rata-rata dalam sekali musim tanam petani setempat bisa meraup keuntungan dari bertanam palawija antara Rp 10 – Rp 20 juta.

    “Kami senang dengan adanya sumur bor ini. Kami juga berharap ada perhatian lainnya dari pemerintah untuk menambah lagi satu atau dua unit sumur bor, sehingga lahan yang masih ada bisa dimanfaatkan petani di Manusak,” ujarnya.

    Sementara itu, Kepala BWS Nusa Tenggara II, Charisal A.Manu mengatakan, pembangunan sumur bor di wilayah tersebut adalah untuk mengatasi kesulitan air yang selalu dihadapi petani pada setiap musim kemarau.

    “Sebetulnya, pengadaan sumur bor tersebut adalah pilihan terakhir yang dilakukan pemerintah, setelah mencermati kondisi kehidupan petani setempat termasuk luas lahan yang sangat potensial untuk dimanfaatkan,” katanya.                   

    Kata Manu, pihaknya berharap ke depan sumur bor yang sudah ada tetap dijaga pemanfandatangatannya, karena nantinya sebagian lahan pertanian di Manusak, kebutuhan air akan dipasok dari Waduk  Raknamo, yang akan dibangun mulai tahun 2015 mendatang.

    Staf Ahli Menteri Pekerjaan Umum, Mudjiadi pada kesempatan itu menyampaikan rasa gembiranya lantaran petani setempat sangat maksimal mememanfaatkan sumur bor tersebut untuk meningkatkan taraf hidup dan pendapatan mereka.

    “Saya sangat senang menyaksikan proyek ini yang sudah berfungi sangat baik. Pasalnya,  pekerjaan sumur bor ini ketika saya masih di Direktorat Jenderal Bina Program,” paparnya.

    Dia menambahkan, pembangunan sumur bor di Manusak itu sangat berhasil dan dimanfaatkan dengan baik oleh petani. Jika dibandingkan dengan daerah lain, sumur bor itu, menjadi pilot projek percontohan.”Mudah-mudahan, ke depannya akan dibangun lagi di beberapa titik untuk membantu petani,” imbuhnya.

    Dia juga meminta petani setempat untuk bisa mandiri dalam mengoperasikan sumur bor. Misalnya, mengatur manajemen pemanfaatan air secara baik dan menyiapkan bahan bakar sendiri.***       



     
    BERITA TERKAIT
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.