• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Sabtu, 24 April 2021

     
    Home   »  Nasional
     
    Prabowo Janji Akan Jaga Kerukunan Umat Beragama
    A. RIZKY | Sabtu, 31 Mei 2014 | 08:57 WIB            #NASIONAL

    Prabowo
    Keluarga Keraton Ngayogyakarta yang datang ke lokasi yakni Permasuri Sultan HBX GKR Hemas, Gusti Prabukusumo dan wakil Bupati Sleman Yuni Setia Rahayu saat menemui Julius. KOMPAS.com/wijaya kusuma

     

     
    JAKARTA — Bakal calon presiden Prabowo Subianto menyesalkan aksi penyerangan yang terjadi di rumah Direktur Penerbitan Galang Press Julius Felicianus oleh sekelompok orang. Dia berjanji akan menjaga kerukunan antarumat beragama jika dia bersama Hatta Rajasa terpilih menjadi presiden dan wakil presiden.

    "Kami menyesalkan semua tindak kekerasan, apalagi yang bermotif SARA. Kami harus jaga kerukunan. Kami harus jaga perdamaian. Kami tidak boleh membenarkan semua upaya yang akan menimbulkan perpecahan," kata Prabowo di Jakarta, Jumat (30/5/2014) malam.

    Prabowo mengatakan, Indonesia adalah negara pluralis yang terdiri dari berbagai macam suku dan agama. Perpecahan antara satu kelompok dan kelompok lainnya akan menjadi sangat rentan terjadi, tetapi dia berjanji akan menegakkan hukum dengan sebaik-baiknya.

    "Kita harus menjaga setiap warga negara agar setiap warga negara hidup dalam ketenangan. Tidak boleh ada ancaman kekerasan apa pun. Kami akan berusaha sekeras mungkin untuk menegakkan hukum dengan baik, menciptakan susana kerukunan sebaik-baiknya."

    Penyerangan terjadi di rumah Julius di kompleks perumahan STIE YKPN Nomor 07 Desa Tanjungsari, Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Ngaglik, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (28/5/2014) malam. Penyerangan terjadi saat rumah tersebut dipakai untuk ibadat doa rosario.

    Awalnya, Julius menerima telepon dari anaknya perihal penyerangan itu pada pukul 21.00 WIB. Sesampai di rumah, Julius mendapati suasana sudah sepi. Beberapa sepeda motor yang diparkir di halaman rumahnya terlihat berjatuhan dan rusak. Selain itu, kaca rumahnya pecah, dan ada batu berserakan.

    Beberapa saat kemudian, belasan orang mengendarai sepeda motor kembali datang. Sebagian dari orang-orang itu mengenakan jubah dan langsung menyerang Julius.

     


    Sumber: Kompas.com




    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2021 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.