• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Selasa, 24 November 2020

     
    Home   »  Nasional
     
    Prabowo-Hatta Targetkan 2019 Seluruh Desa Teraliri Listrik
    A. RIZKY | Senin, 02 Juni 2014 | 10:01 WIB            #NASIONAL

    Prabowo-Hatta
    Pasangan capres dan cawapres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa saat acara pengundian dan penetapan nomor urut untuk pemilihan presiden Juli mendatang di kantor KPU, Jakarta Pusat, 1 Juni 2014. Pasangan Prabowo-Hatta mendapatkan nomor urut satu sedangkan Jokowi-Jusuf Kalla nomor urut dua. TRIBUN / HERUDIN

     

     
    JAKARTA - Anggota Tim Sukses (Timses) Prabowo Subianto - Hatta Rajasa Bidang Kebijakan dan Program Drajad Wibowo menyatakan, apabila pasangan capres itu memenangi pemilu presiden pada 9 Juli mendatang, seluruh desa di Indonesia akan dialiri listrik hingga ke pelosok. Program ini akan dijalankan hingga masa jabatan berakhir pada tahun 2019 mendatang.

    "Kami targetkan pelaksanaan listrik rasio 100 persen sampai tahun 2019. Kita ingin dorong ke sana," kata Drajad dalam sebuah diskusi di Jakarta, Sabtu (31/5/2014).

    Lebih lanjut, Drajad mengatakan, saat ini PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) merupakan satu-satunya penyedia listrik di tanah air. Untuk mengurangi beban penyaluran listrik yang saat ini masih disubsidi, ia mengatakan pasangan Prabowo-Hatta akan menggenjot pula pengembangan dan pemanfaatan energi alternatif di luar listrik.

    "Kita juga akan kembangkan micro hidro (energi tenaga air) bagi pemenuhan listrik di daerah-daerah terpencil. Prabowo-Hatta akan mensupport dana Rp 1 miliar per desa/kelurahan," ujar Drajad.

    Drajad menjelaskan, dalam Undang-undang Desa dinyatakan harus terdapat dana langsung yang dialirkan untuk pembangunan desa. Akan tetapi, saat ini karena pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) belum siap, maka dana yang dialirkan hanya Rp 800 miliar.

    "Kami akan anggarkan Rp 385 triliun tahun 2015 sampai 2019 yang akan dipakai untuk membangun infrastruktur untuk rakyat melalui Program Desa, salah satunya adalah listrik. Saat ini banyak daerah di Indonesia yang belum tersentuh listrik," papar Drajad.

     


    Sumber: Kompas.com
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.