• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Rabu, 28 Oktober 2020

     
    Home   »  Travel
     
    Mencumbui Pesona Puncak Gunung Iya (3)
    MINCE ANGGO | Kamis, 05 Juni 2014 | 08:25 WIB            #TRAVEL

    Mencumbui
    Buah Pisang Beranga (Foto : Web)

     

     

    Pisang Beranga Bekal Mr. Oskar

     

    PUKUL 9.30, kami mencapai puncak Ia. Rasa lelah dan letih pun terasa seperti sirna seketika. Semua kami berdecak kagum, menikmati hembusan angin sepoi di puncak Ia sambil memandang hamparan mahakarya Sang Pelukis Agung yang mengitari Gunung Ia.Wow....luar biasa !!

     

    Di sebelah utara, tampak Gunung Seroja, Bukit Pupui, Gunung Meja dan kota Ende dengan hamparan laut Ende serta Pulau Ende. Di sebelah selatan, terlihat moncong Ia dengan hamparan pasirnya yang sungguh luas dan laut Sawu yang terus menderu. “Rugi kak, kalau tadi kita sepakat untuk menyerah,” kata Ayu yang dari tadi cuma membisu karena kehabisan hampir separu energinya.

     

    Sejenak kami beristirahat sambil membuka tas punggung masing-masing untuk mengeluarkan bekal. Hanya ada biskuit dan air putih. Kecuali Ferdinand membawa apel import sebagai bekalnya. Kami lalu saling berbagi seperti barter.

     

    Sambil mengunyah apel pemberian Ferdinand, aku menata sepatuku untuk melanjutkan pendakian ke Puncak Gundul Ia, yang teramat menggoda kala ditatap dari kejauhan. Mr. Oskar menolak semua bekal bawaan kami. Dalam hati, kupikir makanan bule untuk pendakian pasti istimewa.

     

    Namun, semua kami kaget bukan kepalang dan tertawa terpingkal-pingkal, ketika bekal yang dikeluarkan Mr. Oskar dari ranselnya adalah buah pisang beranga. “Ini kaya vitamin dan lebih bergizi dari punyamu,” katanya cuek sambil mengupas buah pisang itu.

     

    Kami duduk di atas bebatuan yang tampak seperti sengaja disiapkan untuk kami. Batu-batu yang dimuntahkan dari perut Ia entah pada letusan yang keberapa kalinya.  

     

    Tak lama berselang, serombongan pelajar SMA menjejakkan juga kaki mereka di puncak Ia. Jumlah mereka 40 orang.*** (Bersambung)  


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.