• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 29 November 2021

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Disinyalir Ada Pejabat Bekingi Perusahaan Kapal Fiber
    DEWA HAYON | Kamis, 05 Juni 2014 | 20:05 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Disinyalir
    Sekrataris Komisi A DPRD Kota Kupang, Adrianus Talli

     

     

    Kupang, Flobamora.net - Sekretaris Komisi A DPRD Kota Kupang, Adrianus Talli   kecewa  lantaran hingga saar ini masih beroperasinya perusahan pembuatan perahu atau kapal fiber di Kelurahan Oesapa Barat Kecamatan Kelapa Lima.

     

    Kepada wartawan di Kupang, Kamis  (5/6) Adrianus mengatakan, dalam rapat kerja beberapa waktu lalu telah mengeluarkan rekomendasi batas waktu beroperasinya perusahaan tersebut tanggal 31 desember 2013, berdasarkan permintaan perusahaan karena masih ada pekerjaan yang masih tersisa.

     

    Menurutnya, dewan merasa pemerintah tidak serius dalam mengambil tindakan dan tidak tegas. Bahkan disinyalir ada oknum tertentu yang bermain dibelakang sehingga perusahaan masih tetap beroperasi yakni Diperindag,BPLH dan Pol PP.

     

    “Saya sangat kecewa. Sampai sekarang  belum ada sikap resmi pemerintah dan bertindak tegas terhadap perusahan ini. Lagi pula sesuai Perda nomor 12 tahun 2011 tentang RDTL  daerah tersebut adalah  daerah konservasi mangrov atau bakau, bukan untuk lokasi industri,” katanya.

     

    Dia mengatakan,  masih adanya perusahaan tersebut tentunya sudah merusak lingkungan dan ekositem pesisir laut dan juga mempengaruhi akan kehidupan warga disekitar akibat barang berbahaya berupa fiber.

     

    Kata dia, warga di sekitar lokasi juga mengeluhkan kehadiran perusahaan tersebut lantaran banyak ayam yang mati akibat memakan serpihan fiber dan juga ekeosistem laut tercemar akibat dibabat habisnya  hutan mangrove.

     

    Sementara aktifis PIAR NTT, Paul Sinaleloe mengatakan, masih beroperasinya perusahan pembuatan kapal fiber yang dapat mempengaruhi lingkungan sekitarnya,yakni lingkungan pemukiman dan pesisir pantai.

     

     “Saya rasa pemerintah harus berindak tegas terhadap perusahaan tersebut karena sudah merupakan kejahatan lingkungan. Belum lagi fungsi hutan mangrove ini  banyak manfaat  di antaranya mengurangi abarasi, mencegah intrusi, sebagai tempat habitat ikan dan  mengurangi pencemaran,” ujarnya.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2021 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.