• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 27 Januari 2022

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Terumbu Karang Dikelola untuk Kesejahteraan Masyarakat NTT
    ALBERTO/RISKY | Sabtu, 07 Juni 2014 | 11:55 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Terumbu
    Provinsi Nusa Tenggara Timur

     

     

    Kupang, Flobamora.net - Terumbu Karang harus dikelolah dengan baik untuk dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

     

    Demikian salah satu point penting dalam diskusi media yang digelar terkait meringatan Coral Triangle Day di Kupang, Jumat (6/6).

     

    Diskusi media ini dilakukan Society Indonesian of Evironment (SEIJ) Chapter Nusa Tenggara bersama Dewan Konservasi Perarian Provinsi NTT dan Biro Humas Setda Provinsi NTT serta para wartawan di Kupang.

     

    Dalam diskusi media yang dimoderatori Jhony Rohi itu diuraikan, segitiga karang atau yang disebut dengan coral triangle adalah satu kawasan menakjubkan seluas 6 juta kilometer persegi yang menyajikan hamparan keanekaragaman hayati yang komplit, melintasi enam negara yakni Indonesia, Malyasia, Timor Leste, Philipina, Salomon Island dan Papua Nugini.

     

    Mengingat keunikan yang dimilikinya, maka kemudian keenam negara yang ada di kawasan ini kemudian mendeklarasikan coral Trangle initiave pada tanggal 9 Juni 2009 dan hari ini kemudian ditetapkan menjadi hari segiti karang binua (CTI Day).

     

    Provinsi NTT adalah salah satu wilayah terbaik di Indonesia yang memiliki keanekaragaman hayati terumbu karang yang luar biasa, kawasan perairan Laut Sawu misalnya, memiliki potensi biodiversitas yang tinggi dengan daerah sebaran terumbu karang yang terindentifikasi seluas 63.339.,32 ha yang didalamnya terdapat kurang lebih 500 jenis karang, mangrove 5.019,53 ha, padang lamun 5.320,62 ha dan estuary 1.769,1 ha.

     

    Selain itu tak kurang dari 5 jenis penyu dan 6 jenis yang ada di dunia, 30 jenis mamalia laut (pau dan lumba-lumba) dengan dua diantaranya termasuk kategori langka yaitu Sperm Whale dan Blue Whale juga dengan mudah didapat di wilayah ini, dan masih ditambah lagi dengan potensi perikanan pelagism dan demersal yang bersar.

     

    Akan tetapi masih banyak juga terdapat ancaman bagi sumber kekayaan tersebut, berupa destruktif fishing seperti penggunaan bom dan potassium, illegal fishing dan sebagainya.

     

    Menyimak perkembangan media inilah, maka pemerintah provinsi NTT telah menerbitkan regulasi mengenai aspek pengelolaan terumbu karang melalui Peraturan Gubernur Nomor 1 Tahun 2009 yang bermaksud agar potensi terumbu karang yang dimiliki dapat dijaga dan dikelola demi menunjang  taraf hidup masyarakat khususnya yang berada di kawasan pesisir dan bermuara pada penigkatan kesejahteraan masyarakat.

     

    Dan untuk mengingatkan bahwa laut memiliki sumber kekayaan yang harus dijaga dan dikelola dengan bijak, maka pada setiap tanggal 6 Juni diperingati sebagai Coral Triangle Day sebagai media untuk menumbuhkan rasa cinta, komitmen dan juga kepedulian untuk menjaga ekosistem terumbu karang sehingga tetap lestari sebagai rumah bagi  biota laut sekaligus menopang pengembangan mata pencaharian masyarakat secara berkelanjutan dan lestari.

     

    Dalam kerangka inilah, The Nature Concervancy  Savu Sea Development Project bekerjasama dengan mitra terkait yakni Society Indonesian of Evironment (SEIJ) Chapter Nusa Tenggara, Dewan Konservasi Perarian Provinsi NTT dan Biro Humas Setda Provinsi NTT mengadakan kegiatan diskusi sebagai wadah penyebarluasan informasi mengenai pentingnya upaya pelestarian keaneragaman hayati, khususnya terumbu karang yang ada di perairan provinsi NTT kepada masyarakat luas serta untuk meningkatkan kepedulian dan komitmen masyarakat untuk berpartisipasi aktif menjaga kelestarian terumbu karang.

     

    Hal tersebut disampaikan Alexander Tanody yang juga Project Leader TNC Savu Project disela-sela diskusi berlangsung. Lebih lanjut dia mengatakan, bahwa target  capaian kegiatan ini adalah tersosialisasikannya informasi yang telat dan akurat kepada para audience akan pentingya proses pelestarian lingkungan khususnya pengelolaan terumbu karang, laut serta sumber daya yang terkandung di dalamnya.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2022 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.