• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 29 November 2021

     
    Home   »  Ekonomi & Investasi
     
    NTT Pamerkan Produk Unggulan di Malang
    ALBERTO | Senin, 09 Juni 2014 | 11:56 WIB            #EKONOMI & INVESTASI

    NTT
    Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan NTT, Hadji Husein

     

     

    Kupang, Flobamora.net - Sedikitnya 700 petani dari sejumlah kabupaten/kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur memamerkan berbagai hasil produk pertanian unggulan, termasuk jagung pada Pekan Nasional Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) di Kabupaten Malang, Jawa Timur.

     

    "Selain jagung, kami juga memamerkan sejumlah pangan dan hasil pertanian lokal lain, seperti advokad, umbi-umbian dan kacang tanah," kata Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKP2) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Hadji Husein, yang dihubungi dari Kupang, Senin (9/6).

     

    Menurutnya, Pemprov Nusa Tenggara Timur mengikutsertakan para petani dan nelayan yang tergabung dalam kelompok tani dalam kegiatan yang telah dimulai dan dibuka secara resmi oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Sabtu (7/6) itu.

     

    Para kelompok tani nelayan yang berasal dari seluruh kabupaten/kota di provinsi kepuluan itu, membawa sejumlah hasil pertanian unggulan, untuk dipamerkan di ajang pekan nasional para petani nelayan empat tahunan itu.

     

    Dari hasil tu, para petani, akan mendapat penghargaan dan apresiasi terhadap hasil pertaniannya, untuk selanjutnya bisa menjadi basis pengembangan pada aktivitas pertanian nelayan di daerah masing-masing.

     

    Selain kegiatan pameran, sambung Husein, ada juga kegiatan kemitraan usaha dan agrobisnis. Seluruh peserta para petani nelayan, diberi kesempatan untuk melakukan tukar pendapat dan informasi pertanian nelayan dengan sesama petani nelayan peserta KTNA, untuk selanjutnya akan dipraktikkan di daerah masing-masing.

     

    "Karena itu sangatlah rugi jika ada petani yang tidak memanfaatkan kesempatan komunikasi itu untuk kemajuan pertanian di daerahnya nanti," imbuhnya.

     

    Dia mengatakan, dalam kesempatan KTNA yang akan berakhir Kamis (12/6) itu, juga dilakukan kunjungan ke sejumlah lahan pertanian contoh dan sejumlah tambak ikan air tawar, sebagai bahan referensi para petani lain dalam mengembangkan usahanya di daerah masing-masing. "Jadi semacam studi banding para petani di Malang," katanya.

     

    Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Nusa Tenggara Timur Yohanis Tay Ruba yang dihubungi terpisah mengaku pemerintah melibatkan 700 petani yang tergabung dalam kelompok tani nelayan dalam kegiatan KTNA di Malang tersebut.

     

    Menurut dia, dengan kegiatan itu, setiap petani peserta KTNA, bisa membaur dengan seluruh peserta lain, untuk menukar sejumlah informasi pertanian yang ada di daerah masing-masing, dan selanjutnya akan dipraktikan di daerah masing-masing.

     

    "Memang tidak semua daerah memiliki kondisi alam yang sama, namun minimal bisa dijadikan sebagai pegangan dan referensi bagi para petani NTT," katanya.***


     


    Sumber: Aktual.co
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2021 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.