• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 02 April 2020

     

     
    Home   »  Travel
     
    Taman Nasional Redwood, Amerika Serikat
    YOHANES LANGGAR BILLY | Senin, 09 Juni 2014 | 18:08 WIB            #TRAVEL

    Taman
    Dok Web - Situs Warisan Dunia

     

    Flobamora.net  – Taman Nasional Redwood terbentuk dari wilayah pegunungan di daerah-daerah pantai yang membatasi Samudera Pasifik di sebelah utara San Francisco. Taman nasional ini diselimuti hutan yang menakjubkan yang dipenuhi pohon-pohon redwood (pohon yang kulitnya berwarna kemerah-merahan), pohon yang paling tinggi dan yang paling mengesankan di dunia.

     

    Taman Nasional Redwood dibentuk secara khusus untuk melindungi pohon-pohon redwood karena pohon-pohon ini hanya bertahan hidup di daerah taman ini, selain di Oregon. Merupakan keturunan dari pohon-pohon evergreen raksasa (pohon yang daun-daunnya tetap hijau sepanjang tahun), yang tumbuh pada era dinosaurus, pohon-pohon redwood hanya bisa bertahan hidup di daerah-daerah lembab dunia.

     

    Pohon-pohon redwood membutuhkan 400 tahun untuk mencapai usia dewasa dan beberapa dari mereka yang masih bertahan hidup, ada yang sudah berusia 2.000 tahun. Kehidupan laut dan darat dari taman ini sama-sama menakjubkan, khususnya singa-singa lautnya, elang botak dan burung pelikan coklat California yang berbahaya.

     

     

    Dok Web

     

    Dok Web

     

     Dok Web

     

    Survei-survei arkeologi, uji coba penggalian, riset dan konsultasi yang dilaksanakan lebih dari dua puluh tahun yang lewat telah berhasil mencatat situs-situs arkeologi pra-sejarah, sembilan belas situs bersejarah dan paling kurang dua puluh satu tempat penting komunitas-komunitas Indian setempat. Situs-situs arkeologi ini berada pada kurun waktu 4.500 tahun dan merepresentasikan pemukiman yang terus bergantian dan sistem-sistem penghidupan.

     


    Sumber: The World`s Heritage, UNESCO 2011, p 103
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.