• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Sabtu, 21 September 2019

     

     
    Home   »  Ekonomi & Investasi
     
    Lebu Raya : Lippo jangan "Bunuh" Pengusaha Kecil di NTT
    ALBERTO | Rabu, 11 Juni 2014 | 12:39 WIB            #EKONOMI & INVESTASI

    Lebu
    Acara Peletakan Batu Pertama Lippoi Mall Kupang

     

    Kupang, Flobamora.net – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Frans Lebu Raya mengingatkan Lippo Group yang sedang mengembangkan usahanya di Kota Kupang untuk tidak boleh “membunuh” pengusaha-pengusaha kecil di daerah ini.

     

    “Lippo hendaknya memberikan ruang gerak bahkan membantu pengembangan usaha-usaha kecil di daerah ini, ´ kata Gubernur dalam sambutannya saat peletakan batu pertama pembangunan Loppo Mall di Kupang, Rabu (11/6).

     

    Menurutnya, kehadiran Lippo Gorup di NTT dengan usaha barunya yakni pembangunan Lippo Mall akan sangat membantu masyarakat dan pemerintah provinsi NTT. Lippo harus bisa memberikan ruang bagi para pengusaha kecil di daerah ini untuk memasarkan hasil-hasil produksinya di lokasi ini. Lippo Group jangan mau bergerak sendiri dan “membunuh” pengusaha kecil di daerah ini yang membutuhkan bantuan pengusaha-pengusaha besar.

     

    Acara peletakan batu pertama (ground breaking) Lippo Mall dihadiri oleh Presiden Lippo Group, Theo L. Sambuaga, Ketua DPRD NTT, Ibrahim Agustinus Medah, Walikota Kupang, Jonas Salean, anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Provinsi NTT dan sejumlah pejabat tingkat provinsi NTT dan Kota Kupang.

     

    Lebu Raya menyatakan, pemerintah dan masyarakat NTT sangat berterima kasih atas kepedulian Lippo Group yang telah melakukan investasi  di daerah ini. Pasalnya, kehadiran Lippo Group juga akan mendorong perkembangan ekonomi di daerah ini.

     

    Menurutnya, Lippo Group sudah memulai usahanya sejak tahun 20i2 dengan membangun Rumah Sakit Umum Swasta (RSUS) Siloam yang menurut rencana akan dioperasikan mulai bulan Oktober mendatang.

     

    Kata dia, lahan seluas 6 hektare milik pemerintah provinsi NTT yang terletak di Jalan El Tari Kupang itu disewakan kepada Lippo Group selama 25 tahun. Lahan seluas 2 ha untuk Siloam Hospital, Perkantoran PT Lippo Group dan sisanya seluas 4 hektare untuk pembangunan Lippo Mall.

     

    “Ini lahan milik pemerintah Provinsi NTT yang disewakan kepada Lippo Group untuk membangun RSUS Siloam juga untuk Lippo Mall dengan jangka waktu selama 25 tahun. Saya tidak tahu pasti berapa besar biaya sewanya. Setelah 25 tahun, Lippo akan kembalikan kepada Pemerintah Provinsi untuk dikelola pemerintah. Jika pemerintah tidak bisa mengelolanya, bisa disewakan lagi kepada phak ketiga,” katanya.

     

    Dia berharap, kehadiran Lippo Group dalam berinvestasi di Kupang ini dapat mendorong para pengusaha kecil di daerah ini  untuk lebih berkembang.

     

    Dia berkeyakinan, Lippo tentu akan mendorong para pengusaha kecil dan menengah di daerah ini dengan caranya tersendiri.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.