• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Jumat, 30 Oktober 2020

     
    Home   »  Ekonomi & Investasi
     
    Nagekeo Siap Kembangkan Industri Garam
    ALBERTO | Jumat, 13 Juni 2014 | 12:40 WIB            #EKONOMI & INVESTASI

    Nagekeo
    Bupati Nagekeo, Elias Djo

     

     

    KUPANG, Flobamora.net - Bupati Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Elias Djo mengatakan, pihaknya sudah siap untuk mengembangkan industri garam di daerah tersebut bekerjasama dengan PT. Cheetam Salt.

     

    “Ini adalah komitmen kita menjadikan NTT sebagai salah satu industri garam nasional, akan diwujudkan secepatnya.  Pasalnya, sebelumnya, pemerintah telah menetapkan dua daerah di Indonesia sebagai pusat industri garam nasional yakni NTT dan Madura,” katanya di Kupang, Jumat (13/6).

     

    Menurutnya, garam merupakan salah satu komoditi unggulan yang akan dikembangkan di Mbay yang sejak lama ditetapkan pemerintah pusat sebagai Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu (Kapet) sekitar tahun 1996 lalu.   

     

    Pemerintah Kabupaten Nagekeo, jelasnya, tinggal satu langkah untuk membagi eks tanah HGU milik PT Nusa Anoa. BPN pusat sudah mengeluarkan SK  500 hektare lahan dikuasi pemda, kemudian redistribusi kepada petani 200 hektar lebih.

     

    “Kita akan bagi habis tanah HGU itu  dan akan rancang pola kerja sama dengan pihak perusahaan pertama antara pemerintah dengan perusahaan, kedua antara  perusahaan dengan masyarakat lahan dan dengan warga transmigrasi.

     

    Menurutnya, untuk industri garam, PT. Cheetam Salt butuh lahan 1300 hektar. “Kalau itu sudah beres, bupati akan ajukan hak pengelolaan. Kita akan teken Mou dengan perusahaan bersama dua kelompok masyarakat,’ imbuhnya.

     

    Di Kabupaten Nagekeo, katanya, lahan yang sudah disiapkan mencapai 1.247 hektar terdapat di empat lokasi yakni Kelurahan Mbay II seluas 300-457 hektare, Desa Maropokot 300 hektare, dan Desa Nggolonio 190 hektare.

     

    Gubernur NTT, Frans Lebu Raya yang dikonfirmasi pada kesempatan terpisah mengatakan, pemerintah daerah menyiapkan lahan seluas 8.505 hektare untuk dikembangkan menjadi industri tambak garam, guna mendukung swasembada garam nasional.

     

    “Areal itu tersebar di 13 kabupaten di Pulau Timor, Flores, Alor, Rote, dan Sumba. Kita di NTT siap menjadi salah satu daerah industri garam nasional,” kata Lebu Raya.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.