• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 16 September 2019

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Pemkot Kupang Tidak Perpanjang Ijin Operasi 35 Pitrad
    DEWA HAYON | Jumat, 13 Juni 2014 | 20:26 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Pemkot
    Kota Kupang

     

    Kupang, Flobamora.net - Pemerintah Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak memperpanjang ijin operasi dan usaha 35 Pitrad di kota tersebut  lantaran adanya dugaan membuka praktek ganda atau praktek prostitusi.

     

    “Total Pitrad di Kota Kupang sebanyak  38 buah. Dari jumlah itu, ada 35 Pitrad yang masih aktif dan tidak lagi diberikan perpanjangan ijinnya,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Kupang, Esther Muhu kepada wartawan di Kantor DPRD Kota Kupang,Jumat (13/6).

     

    Menurutnya, tidak diperpanjang ijin Pitrad ini dikarenakan kebijakan pemerintah yang melihat  masalah sosial masyarakat kian marak terjadi di Kota Kupang.

     

    “Memang saat ini masih ada Pitrad yang masih beroperasi karena ijin masih berlaku.  Namun, sesuai pemantauan dan pengawasan intansi teknis, ketika masa ijinnya sudah selesai tidak lagi diperpanjang,” ujarnya.

     

    Dia mengaku, tidak perpanjang ijin Pitrad tidak mempengaruhi PAD , karena urusan SIUP untuk Pitrad tidak dipungut biaya sama sekali .

     

    Menyinggung soal kos-kosan atau pemondokan, Ether mengatakan, dinas pariwisata bersama instansi tekani terkait akan melakukan pertemuan di tingkat kelurahan bersama pemilik kos guna bisa ditata dengan baik.

     

    “Saat ini pemondokan yang ada dan tersebar di Kota Kupang rata-rata masih tercampur antara perempuan dan laki-laki, sehingga nantinya akan dilakukan pemisahan,” paparnya.

     

    Kata dia, pihaknya sudah berencana untuk melakukan pertemuan di tingkat kelurahan seperti di wilayah Oesapa yang merupakan wilayah yang memiliki paling banyak kos. Pemilik kos diminta untuk melakukan pemisahan, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan terutama berkaitan dengan masalah sosial kemasyarakatan.

     

    Koordinaator Lembaga “Rumah Perempuan” Kupang, Libby Sinlaeloe mengatakan,pihaknya sangat mendukung dan menyambut baik rencana Pemerintah Kota Kupang untuk tidak memperpanjang ijin usaha Pitrad.

     

    Menurutnya, jika pemerintah masih melakukan pembiaran dan secara diam-diam  usaha Pitrad tetap beroperasi walaupun ijin sudah mati, maka dampaknya sangat berbahaya bagi masyarakat dan bisa mempengaruhi peningkatan jumlah pengidap HIV/AIDS.  

     

    “Selaku LSM yang juga peduli akan masalah HIV/AIDS , tentunya sangat mendukung rencana pemerintah untuk tidak perpanjang ijin usaha Pitrad. Saat ini pun masih banyak Pitrad yang beroperasi tidak sesuai ijin,” katanya.

     

    Dia juga mendukung rencana pemerintah untuk menertibkan kos-kosan sebab dikhawatirkan usaha Pitrad ini bisa beralih ke kos-kosan, setelah ijin usahanya tidak diperpanjang.*** 


     
    BERITA TERKAIT
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.