• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 29 Oktober 2020

     
    Home   »  Internasional
     
    Media Australia Mulai Beritakan Masalah Pencemaran Laut Timor
    ALBERTO | Minggu, 15 Juni 2014 | 19:33 WIB            #INTERNASIONAL

    Media
    Ketua YPTB, Ferdi Tanoni

     

     

    Kupang,Flobamora.net - Sejumlah media terkenal di Australia dalam edisi akhir pekan yang berhasil dimonitor di Kupang, Minggu (15/6), mulai memberitakan kasus pencemaran Laut Timor akibat meledaknya anjungan minyak Montara pada 21 Agustus 2009. 

     

    Media-media terkenal di Australia seperti The Sydney Morning Herald, The Australian, Channel 9, The Daily Mail, The Age Melbourne dan Sky News TV, merasa penting untuk mengupas kasus pencemaran tersebut setelah Menteri Perhubungan Indonesia E. E. Mangindaan memberi kepercayaan  penuh kepada Yayasan Peduli Timor Barat (YPTB) pimpinan Ferdi Tanoni untuk melakukan advokasi dalam upaya penyelesaian masalah pencemaran di Laut Timor itu.

    "Advokasi yang diberikan Pemerintah Indonesia kepada kami untuk menyelesaikan kasus pencemaran minyak di Laut Timor itu, adalah sebuah kepercayaan, namun bukanlah sebuah perkara yang gampang untuk mendapatkannya," kata Ferdi Tanoni mengomentari pemberian dukungan dari Menteri Perhubungan selaku Ketua Tim Nasional Penanggulangan Keadaan Darurat Tumpahan Minyak di Laut itu.

    Tanoni yang juga pemerhati masalah Laut Timor itu mengakui bahwa hidangan-hidangan berita yang disajikan media-media terkemuka Australia soal kasus pencemaran minyak di Laut Timor itu sebagai sebuah bentuk dukungan kepada YPTB dan masyarakat NTT yang sudah sekian lama menyuarakan tentang masalah pencemaran tersebut.

    Media-media terkemuka di Australia itu, antara lain menulis "Dorongan Baru Untuk Penelitian Petaka Minyak Montara" serta "Momentum Dibalik Dorongan Baru Melakukan Penelitian Montara".

    Tanoni yang juga mantan agen imigrasi Kedutaan Besar Australia itu menjelaskan dukungan yang diberikan Pemerintah Indonesia kepada YPTB tersebut untuk melakukan advokasi penyelesaian petaka tumpahan minyak Montara 2009 dengan pihak-pihak terkait baik melalui litigasi dan nonlitigasi untuk mempertanggung jawabkan berbagai dampak kerugian sosial ekonomi yang diderita rakyat Nusa Tenggara Timur hampir lima tahun lamanya.

    Peraih Civil Justice Award 2013 dari Aliansi Pengacara Australia (ALA) itu menambahkan, para tokoh masyarakat Timor Leste juga telah memberikan kuasa penuh kepada YPTB untuk mewakili kepentingan rakyat Timor Leste yang terkena dampak dari petaka tumpahan minyak Montara.

    Dalam pemberitaan tersebut, media-media Australia mengkritisi Pemerintah Federal Australia yang mendiamkan tragedi kemanusiaan ini dengan menyatakan bahwa Menteri Lingkungan Hidup Australia Greg Hunt MP, ketika masih berada dalam barisan oposisi sebagai Menteri Lingkungan Hidup bayangan selalu mengkritisi Pemerintah Australia dibawah administrasi Partai Buruh.

    "Greg Hunt MP bahkan mendukung langlah-langkah tuntutan YPTB dan aliansinya di Australia dalam penyelesaian kasus ini, namun ketika menjabat sebagai Menteri Lingkungan Hidup Australia, justeru memilih jalan diam," kritik media Australia dalam edisi akhir pekan itu.

    Media Australia juga memuji langkah Senator Rachel Siewert yang bersedia mengorbankan waktunya untuk mengunjungi Timor Barat, NTT untuk bertemu dengan masyarakat korban pada bulan Februari 2014.

    Tanoni menambahkan pengacara YPTB dalam kasus pencemaran Laut Timor Greg Phelps sudah mulai menindak lanjuti dukungan Pemerintah Indonesia kepada YPTB dengan mulai membangun komunikasi yang konstruktif dengan pihak PTTEP AA (Perusahaan asal Thailand yang mengoperasikan kilang minyak Montara) dan Pemerintah Australia.

    "Saya harapkan PTTEP AA dan Pemerintah Australia tidak berkelit lagi soal masalah ini dan bersedia untuk duduk bersama di satu meja guna menyelesaiakan persoalan yang maha besar dan maha berat ini," ujarnya.

    Penulis buku "Skandal Laut Timor, Sebuah Barter Politik Ekonomi Canberra-Jakarta" itu menambahkan masalah ini hanya bisa diselesaikan dengan itikad baik, tulus dan ikhlas dari semua pihak terkait, terutama PTTEP AA yang harus menyadari bahwa ratusan ribu masyarakat korban di NTT ini tidak boleh hanya dijadikan sebagai pelengkap penderita belaka.

    Tanoni menambahkan masalah pencemaran minyak di Laut Timor yang maha dahsyat itu dapat diselesaikan dengan baik tanpa harus melalui sebuah proses hukum di pengadilan.***

     


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.