• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Selasa, 19 November 2019

     

     
    Home   »  Ekonomi & Investasi
     
    Kuota Pengantarpulauan Ternak dari NTT Tidak Bertambah
    ALBERTO | Selasa, 17 Juni 2014 | 11:07 WIB            #EKONOMI & INVESTASI

    Kuota
    Kepala Dinas Peternakan NTT, Thobias Uly

     

    Kupang, Flobamora.net - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), tidak akan menambah kuota pengantarpulauan sapi ke Kalimantan, DKI Jakarta dan Jawa Barat, kendatipun ada tambahan permintaan untuk Bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 2014.

     

    “Kuota pengantarpulauan sapi dari NTT tahun ini sebanyak 55.000 ekor sesuai keputusan gubernur. Kuota itu tidak akan ditambah, karena sampai saat ini realisasinya baru 20.584 ekor,” kata Kepala Dinas Peternakan NTT, Thobias Uly di Kupang, Selasa (17/6).

     

    Menurutnya, untuk mengantisipasi pengiriman secara ilegal oleh pengusaha peternakan pihaknya akan bekerja sama dengan pemerintah kabupaten/kota guna mengawasi beberapa pelabuhan yang selama ini dijadikan sentra pengantarpulauan ternak.

     

    Dia yakin, pengusaha peternakan di NTT tidak akan bertindak curang demi mencari keuntungan pribadi. Pasalnya, setiap pengiriman ternak keluar daerah harus dilengkapi dengan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH)oleh Kantor Karantina Hewan.

     

    “Selain sapi masih ada kuota pengantarpulauan ternak dari NTT seperti kerba sebanyak 6.000 ekor dan kuda 5.000 ekor, dengan realisasi pengiriman masing-masing sebanyak 1.595 ekor dan 2.274 ekor,” ujarnya.

     

    Dia menuturkan, kouta pengantarpulauan ternak tetap dipertahankan hingga akhir tahun ini, terkecuali ada permintaan khusus yang tentunya harus disesuaikan dengan populasi atau ketersediaan ternak, sehingga tidak mengganggu kontinuitas pengiriman ternak tahun berikutnya.

     

    Dia menambahkan, di NTT daerah yang menjadi andalan sebagai pemasok sapi ke luar daerah antara Kabupaten Timor Tengah Selatan dengan jatah kuota 11.600 ekor, Kupang 10.500, Timor Tengah Utara 7.500, Belu 4/750, Malaka 4.600, Sumba Timur 4.000 dan Kabupaten Rote Ndao 3.000 ekor. Sedangkan kabupaten lain masih menjadi daerah penyanggah.

     

    “Dengan penetapan kuota seperti ini, kita berharap pengantarpulauan ternak dari NTT tetap terjaga hingga akhir tahun 2014 demi memenuhi kebutuhan daging  di beberapa daerah di Indonesia,’ katanya.***    


     
    BERITA TERKAIT
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.