• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Sabtu, 19 Oktober 2019

     

     
    Home   »  Nasional
     
    Elektabilitas Turun di DKI dan Jabar, Cambuk untuk Kubu Jokowi-JK
    ANA DEA | Rabu, 18 Juni 2014 | 09:59 WIB            #NASIONAL

    Elektabilitas
    Pasangan capres dan cawapres, Jokowi-JK mengikuti acara debat di Jakarta Selatan, Senin (9/6/2014). Debat akan dilakukan sebanyak lima kali selama masa kampanye. TRIBUNNEWS/HERUDIN

     
    JAKARTA - Anggota tim pemenangan pasangan capres-cawapres Joko Widodo dan Jusuf Kalla, Indra Piliang, mengatakan, menurunnya elektabilitas pasangan tersebut di DKI Jakarta dan Jawa Barat tidak lantas membuat mereka pesimistis. Justru, kata Indra, hal tersebut menjadi lecutan untuk terus mendekatkan diri pada konstituen.

    “Di berbagai media disebutkan bahwa elektabilitas kami kalah di Jakarta dan Jawa Barat. Tentu ini lecutan bagi kami untuk kerja keras demi memenangkan pilpres di seluruh wilayah Indonesia,” ujar Indra dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Rabu (18/6/2014).

    Indra menganggap menurunnya elektabilitas Jokowi-JK akibat kampanye hitam yang memengaruhi sikap swing voters atau pemilih mengambang, terutama masyarakat tingkat bawah, yang kurang memiliki kesadaran untuk menyaring pemberitaan. Apalagi, imbuhnya, setelah kemunculan tabloid "Obor Rakyat" yang sarat unsur SARA terkait capres nomor urut dua itu.

    “Mereka menelan semua informasi tanpa mencari kebenarannya. Itu tantangan kami untuk mengajak mereka menolak semua bentuk kampanye hitam,” kata Indra menegaskan.

    Oleh karena itu, dia mengimbau penyelenggara pemilu dan peserta pemilu, termasuk kubu Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa, untuk menangkis tindakan yang mengarah ke penyebaran fitnah dan kampanye hitam.

    Indra juga mengajak seluruh pihak terkait agar turun bersama menangkis segala tindak kampanye hitam untuk mewujudkan persaingan yang bersih dan sehat. Ia meyakini, kampanye hitam juga dapat ditepis dengan membangun kepercayaan konstituen terhadap kinerja calon pemimpinnya kelak.

    “Tidak hanya Bawaslu dan Kepolisian, juga bersama dengan tim pemenangan Prabowo-Hatta mencegah kampanye hitam agar pemilu berjalan dengan baik,” pungkasnya.

     

    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.