• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 01 Maret 2021

     
    Home   »  Pemilu
     
    Berhenti Kampanye Pilpres dengan Menebar Isu SARA
    ALBERTO | Minggu, 22 Juni 2014 | 15:45 WIB            #PEMILU

    Berhenti
    Koordinator KOMPAK, Sarniel Woileka

     

     

    Kupang, Flobamora.net - Komunitas Peacemaker Kupang (Kompak) dan Orang Muda Lintas Agama, Nusa Tenggara Timur ( NTT), meminta tim sukses calon presiden yang akan bertarung pada Pilpres 9 Juli 2014 mendatang , berhenti menebar  isu atau omong tentang SARA, karena akan memecah belah bangsa ini.

     

    “Ketika isu itu diangkat demi memenangkan capresnya, ada kelompok atau pihak tertentu yang merasa tersakiti dan tersudut atau ikut terbawa-bawa. Untuk itu kita minta stop bicara tentang SARA,” kata Koordinator KOMPAK, Sarniel Woleka di Kupang, Sabtu (21/6) pada kegiatan Peningkatan Kapasitas Jurnalis sebagai Penjaga Demokrasi dan Keberagaman .

     

    Menurutnya, Kompak dan Orang Muda Lintas Agama NTT sudah menggelar dua kali kegiatan berupa ajakan Pilpres damai. Tujuannya, agar mengajak seluruh komponen bangsa ini saling menghargai dan saling menghormati kendati berbeda pilihan.

     

    Dia menuturkan,pasangan  Prabowo – Hatta dan Jokowi – JK adalah putra bangsa yang terbaik dan orang-orang pilihan, yang jika diberi amanah oleh rakyat Indonesia tentu akan mampu membawa  bangsa ini ke arah yang lebih baik.

     

    “Herannya, masalah ini ikut berkembang dan terbawa-bawa sampai di NTT. Padahal, kita tahu di daerah ini iklim toleransi dan kebersamaan antarwarganya terjaga dan terbina dengan baik,” ujarnya.

     

    Dia mengatakan, KOMPAK dan Orang Muda Lintas Agama di NTT tidak akan berhenti menyuarakan perdamaian antarsesama anak bangsa. Alangkah indah hidup damai dan berdampingan satu sama lain sebagai sesama saudara.

     

    Dia menuturkan, sejak terbentuk tahun 2012 lalu, KOMPAK dan Orang Muda Lintas Agama terus menyuarakan perdamaian dan mengampanyekan toleransi antarumat beragama di NTT bahkan di Indonesia.

     

    “Dengan hidup damai, orang bisa berusaha, bekerja dan melakukan apa saja demi meningkatkan mutu dan kesejahteraan hidupnya tanpa merasa takut atau dicurigai orang lain,” paparnya.***      


     




    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2021 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.