• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 16 September 2019

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Hanya 412 TKI Legal dari Flores Lembata di Tahun 2013
    ALBERTO | Senin, 23 Juni 2014 | 12:53 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Hanya
    Kadis Nakertrans NTT, Simon Tokan

     

    Kupang, Flobamora.net -  Selama tahun 2013 lalu hanya sebanyak 412 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) berasal dari Sembilan kabupaten di Flores dan Lembata yang berangkat secara resmi atau legal ke luar negeri.

     

    “Total TKI legal dari Flores dan Lembata itu hanya sebagian kecil saja dari TKI Legal di seluruh NTT tahun 2013 yang berjumlah 4.095 orang,” kata  Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Provinsi NTT, Simon Tokan yang dihubungi di Kupang, Senin (23/6).

     

    Menurutnya, jumlah TKI yang berangkat ke luar negeri selama tahun 2013 tercatat sebanyak 4.095 orang terdiri dari, laki-laki sebanyak 1.595 sedangkan prempuan tercatat sebanyak 2.500 orang.

    Rinciannya, Lembata sebanyak 7 0rang, Flotim: 26, Sikka:52, Ende: 147, Ngada 27, Nagekeo: 12, Manggarai Timur: 111 orang, Manggarai 30 orang dan Manggarai Barat hanya seorang saja.

     

    Kabupaten lainnya, Kabupaten Kupang terbesar yakni 1.931 menyusul Sumba Barat Daya sebanyak 472, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS): 398, Kabupaten Belu sebanyak 285 orang, Kabupaten Sumba Barat : 246 orang, Kota Kupang sebanyak 129 orang,

     

    Menyusul,  Sumba Tengah sebanyak 90 orang, Sumba Timur: 52 orang, Timor Tenga Utara (TTU): 46 orang, Rote Ndao: 22 orang, Sabu Raijua sebanyak 8 orang, kabupaten Malaka dua orang  dan Kabupaten Alor hanya seorang saja.

     

    Menurut dia, kalau dilihat dari kenyataan jumlah TKI asal NTT yang bekerja di luar negeri terutama di Malaysia misalnya jumlahnya sudah mencapai sekitar belasan ribu orang. Jumlah itu belum terhitung dengan negara lainnya.

     

    “Coba banyangkan, di Flotim saja, jumlah TKI legal hanya 26 orang saja, tetapi kalau kenyataan yang ada di Malaysia, jumlahnya tidak hanya itu. Tetapi harus dimaklumi, data yang kami miliki ini adalah data TKI yang berangkat secara legal melalui Perusahan Pengerah Jasa Tekaga Kerja Indonesia (PJTKI) yang ada di wilayah ini,” katanya.

     

    Dia mengakui, jumlah TKI yang berangkat melalui jalur illegal sangat besar dan itu yang sulit dipantau jumlahnya. Mereka itu berangkat melalui jasa para calo yang bergentayangan di hampir semua kabupaten di NTT.

     

    Menyangkut data terakhir di tahun 2014 ini, Simon menyebutkan, sudah ada datanya secara umum namun belum dikelompokkan per kabupaten. Jumlah TKI legal hingga Mei 2014 mencapai 1.410 orang dengan perincian laki-laki sebanyak 483 orang dan perempuan sebanyak 927 orang.

     

    Kata dia, pihak Nakertrans provinsi dan Kabupaten/Kota se – NTT  terus berupaya agar calon TKI yang ingin bekerja k luar negeri harus bisa mengikuti jalur resmi agar menghindari berbagai kemungkinan yang akan terjadi ketika mereka sedang mengadu nasib di negeri orang.

     

    “Kita terus berusaha namun, calon TKI itu ternyata lebih memilih merantau menggunakan jasa calo. Banyak yang beralasan, kalau melalui PJTKI prosedurnya sangat panjang untuk sampai di tempat tujuan, sementara mereka membutuhkan pekerjaan demi menghidupi keluarga mereka di kampong halaman. Meski begitu, kami terus memberikan penjelasan tentang manfaat merantau melalui jalur resmi,” tambahnya.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.