• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Rabu, 25 November 2020

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Danrem Usulkan Bangun SPBU di Perbatasan Indonesia - Timor Leste
    ALBERTO | Rabu, 25 Juni 2014 | 13:03 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Danrem
    Danrem 161/ Wisa sakti Kupang, Brigjen TNi Achmad Yuliarto

     

     

    Kupang,Flobamora.net - Komandan Korem 161/ Wira Sakti Kupang, Brigjen TNI Achmad Yuliarto, telah mengusulkan kepada pemerintah dan Pertamina untuk membangun sebuah SPBU khusus di perbatasan Indonesia – Timor Leste (TL), guna meminimalisir penyelundupan BBM di wilayah itu.

     

    “Kami sudah mengusulkan kepada pemerintah agar membangun sebuah SPBU. Sebab, selama ini kendaraan dari TL juga ikut memanfaatkan BBM bersubsidi untuk rakyat Indonesia,” katanya kepada wartawan di Kupang, Rabu (25/6).

     

    Menurutnya, hingga saat ini belum ada ketentuan khusus menyangkut pembelian BBM di wilayah perbatasan, sehingga banyak kendaraan dari TL sering memanfaatkan peluang tersebut untuk mengisi BBM  bersubsidi misalnya di Atambua dan Kefamenanu.

     

    Dia menjelaskan, hal lain yang patut menjadi perhatian bersama adalah maraknya kasus penyelundupan BBM ke TL. Selain karena kurang adanya pengawasan pembelian BBM khususnya premium dan solar di SPBU, juga dipicu tingginya permintaan BBM di wilayah perbatasan.

        

    Dia menyebutkan sejauh ini TNI sering menggagalkan penyelundupan BBM. Contohnya, BBM yang disita dari hasil operasi TNI selama kurun waktu dua bulan dari Mei-Juni 2014 sebanyak 15.730 liter. BBM tersebut diselundupkan ke Timor Leste dengan dua jalur yang berbeda. Biasanya penyelundup memakai jalur darat dan laut.

    "Jenis BBM yang paling banyak diselundupkan ke Timor Leste adalah bensin sebanyak 8.055 liter, solar 1.990 liter dan minyak tanah 5.685," paparnya.

     

    Kata dia, masalah tersebut adalah masalah paling krusial di wilayah perbatasan Indonesia – TL. Untuk butuh dukungan semua pihakdalam meminimalisir praktik penyelundupan BBM  ke wilyah perbatasan.

     

    Sebetulnya, tambahnya, bukan merupakan tugas TNI untuk melakukan operasi penertiban terutama menggagalkan penyeludupan BBM . Namun, karena ini terjadi wilayah perbatasan, TNI pun harus ikut bertanggung jawab terhadap persoalan seperti ini.   

     

    Di Kabupaten Belu, ujarnya, ada tujuh kecamatan dan 32 yang berbatasan langsung  dengan TL, sementara satu kecamatan dan empat desa menjadi wilayah perlintasan ke wilayah enclave di Oecusse, yang harus diawasi dari penyelundupan BBM. Sementara, TNI hanya memiliki 40 pos penjaga perbatasan. ***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.