• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Jumat, 18 Juni 2021

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Bupati Ngada akan Diperiksa di Polda NTT
    ALBERT R. | Senin, 30 Desember 2013 | 12:27 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Bupati
    Bupati Ngada, Marianus Sae (Foto/Web)

     

     
    Kupang, Flobamora.net - Bupati Ngada Marianus Sae akan diperiksa di kepolisian daerah (Polda) Nusa Tenggara Timur (NTT), setelah polisi mengumpulkan bahan dan keterangan (Pulbaket) terkait kasus pemblokiran Bandara Turelelo, Sabtu  (21/12) lalu.

    “Kami masih pulbaket. Jadi belum tahu kapan Bupati diperiksa. Yang jelas Bupati Ngada akan menjalani pemeriksaan di Polda NTT,” kata Humas Polda NTT AKBP Okto Riwu di Kupang, Senin (30/12).

    Menurut dia, Polres Ngada di bantu penyidik Mabes Polri telah memeriksa sejumlah anggota satuan
    polisi pamong praja (Sat Pol PP) Ngada yang diduga memblokir bandara Turelelo, Soa. Sudah 20-an
    anggota sat Pol PP yang diperiksa untuk mengumpulkan keterangan dan bukti-bukti.

    Polisi juga telah menyita dua unit mobil sat pol pp yang diduga digunakan untuk memblokir Bandara
    Turelelo. Dua unit mobil itu yang diduga berada di landasan pacu bandara.

    Namun, dia mengaku belum bisa memastikan pemeriksaan terhadap Bupati Ngada, Marianus Sae.

    Sebelumnya, Kapolda NTT Brigadir Jendral Pol Ketut Untung Yoga Ana mengatakan bahwa pihaknya masih menunggu surat ijin dari Gubernur setempat untuk melakukan pemeriksaan terhadap sang bupati.

    Menurutnya, polisi belum bisa mengatakan kapan pastinya Bupati Ngada diperiksa karena "harus ada
    ijin dari gubernur untuk pemeriksaan pejabat negara tertentu," katanya.

    Dia mengatakan, sejauh ini polisi telah menetapkan 15 orang tersangka yang terdiri dari anggota
    Satpol PP yang melakukan pemblokiran bandara karena dianggap melanggar undang-undang No.1 tahun 2009  mengenai penerbangan.

    "Kita dengar cerita mereka [Satpol PP yang melakukan] dulu, bagaimana cerita di lapangan nanti
    nyambung ke siapa lagi baru kita tanyakan," kata Ketut.

    Pemblokiran landaran pacu Bandara Turelelo di Soa, terjadi pada Sabtu lalu (21/12) oleh Satuan
    Polisi Pamong Praja Kabupaten Ngada dari pukul 06:15 Wita hingga 09:00 Wita. Pemblokiran ini menuai reaksi dari berbagai kalangan, hingga Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi   menegur Bupati Ngada terkait insiden ini.

    Memblokir bandara menghadapi sanksi pidana karena hal ini terkait keselamatan transportasi publik.
    Dalam UU Penerbangan aksi menganggu kegiatan bandar udara dengan sengaja yang menyebabkan ancaman keselamatan orang lain bisa dihukum dengan penjara maksimal tiga tahun dan denda Rp1 miliar.***(AR)

     




    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2021 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.