• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Jumat, 30 Oktober 2020

     
    Home   »  Nasional
     
    Survei LSI: Jokowi Rebut Suara NU, Prabowo Suara Muhammadiyah
    ANA DEA | Kamis, 26 Juni 2014 | 19:13 WIB            #NASIONAL

    Survei
    Pasangan capres dan cawapres, Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK bersalaman saat acara debat di Jakarta Selatan, Senin (9/6/2014). Debat akan dilakukan sebanyak lima kali selama masa kampanye. TRIBUNNEWS/HERUDIN

     

     

    JAKARTA — Lingkaran Survei Indonesia memetakan basis dukungan pasangan calon presiden dan wakil presiden, Joko Widodo dan Jusuf Kalla serta Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa. Hasilnya, basis dukungan dari kategori organisasi massa, Jokowi dan Prabowo sama-sama memiliki mesin di dua ormas Islam terbesar di Indonesia, yaitu Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.

     

    Jokowi-JK mendapat dukungan paling dominan dari Nahdlatul Ulama (NU), yakni sebanyak 46,2 persen. Sedangkan dukungan NU kepada Prabowo-Hatta, yakni sebesar 40,2 persen.

     

    Di sisi lain, Prabowo-Hatta mendapat suara dominan dari kalangan Muhammadiyah sebesar 48,6 persen. Sementara Jokowi-JK mendapat dukungan Muhammadiyah sebesar 42,9 persen.

     

    Meski sama-sama kuat di basis ormas Islam, kedua pasang calon itu memiliki basis pemilih yang berbeda jika dilihat dari kategori jenis kelamin dan tingkat pendidikan. Dilihat dari jenis kelamin, pendukung Prabowo-Hatta paling banyak berasal dari kalangan laki-laki, yakni sebesar 43,2 persen.

     

    "Prabowo disukai laki-laki karena karakternya yang maskulin, berani, dan tegas," ujar Peneliti LSI Fitri Hari dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (26/6/2014).

     

    Sementara pendukung Jokowi lebih banyak dari kalangan perempuan, yakni sebesar 48,1 persen. Kalangan perempuan, sebut Fitri, lebih menyukai karakter Jokowi yang sederhana dan merakyat.

     

    Dilihat dari kategori tingkat pendidikan, Prabowo-Hatta mendapat dukungan dominan dari pemilih berpendidikan tinggi, yakni pemilih yang pernah kuliah dan di atasnya. Sementara Jokowi memiliki basis pendukung berpendidikan menengah ke bawah.

     

    Survei ini dilakukan pada 1-9 Juni 2014 dengan melibatkan 2.400 pemilih di 33 provinsi. Metode penelitian dijalankan secara standar dengan teknik multistage random sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka. Margin of error penelitian ini, yakni plus minus 2 persen. Survei dilengkapi dengan riset kualitatif melalui focus group discussion, in-depth interview, dan media analisis.


     


    Sumber: Kompas.com
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.