• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 01 Juni 2020

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    DPRD Sikka Soroti Kasus Nirangkliung
    VICKY DA GOMEZ | Kamis, 03 Juli 2014 | 14:48 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    DPRD
    Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Sikka, Jelalu Petrus

     

    Maumere, Flobamora.net - Kasus pelecehan seksual terhadap 21 siswi yang dilakukan KM Kepala SMP Negeri 2 Nita di Nirangkliung , mulai dibahas di level rumah rakyat. Pada rapat paripurna DPRD Sikka Rabu (2/7) malam, sejumlah fraksi menyinggung perilaku buruk kepala sekolah yang adalah pegawai negeri sipil (PNS) ini.

               

    Sebanyak enam fraksi di DPRD Sikka memberikan catatan politis kepada Pemkab Sikka terkait kasus ini. Catatan politis itu dituangkan pada pemandangan umum fraksi-fraksi terhadap Pidato Pengantar Bupati Sikka atas Rancangan Peraturan Daerah Kabupaten Sikka tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Sikka Tahun Anggaran 2013 dan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran serta Rancangan Prioritas Plafon Anggaran Sementara APBD Kabupaten Sikka Tahun 2015.

               

    Hampir semua fraksi mendorong Bupati Sikka Yoseph Ansar Rera untuk mengambil sikap tegas terhadap kepala sekolah yang telah melakukan pelecehan seksual. Tindakan KM tersebut telah mencoreng wibawa Pemkab Sikka, menodai wajah pendidikan, dan melukai hati seluruh masyarakat Kabupaten Sikka.

               

    Ketua Fraksi Partai Golkar Gorgonius Nago Bapa mengangkat sikap fraksinya terhadap kasus ini. “Fraksi Partai Golkar menegaskan kepada pemerintah agar segera menindaklanjuti kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum guru kepada siswi SMP Negeri 2 Nita,” tegasnya.

               

    Hal senada diutarakan Fabiola Mirong, anggota Fraksi Partai Gerindra, yang pernah menjadi guru pada berbagai sekolah di Kabupaten Sikka.

     

    “Fraksi Gerindra meminta agar pemerintah menindak oknum guru kepala sekolah yang telah melakukan tindakan pelecehan seksual terhadap anak-anak muridnya di SMP Negeri 2 Nita,” ungkapnya.

     

    Dalam nada keprihatinan yang sama, Ketua Fraksi Partai Demokrat Jelalu Petrus membidik kasus ini secara lebih meluas. “Saudara Bupati patut mengambil tindakan tegas terhadap PNS yang punya kinerja buruk. Jangan diskriminatif dalam mengambil tindakan tegas, dan sesuai dengan peraturan yang berlaku. PNS yang terlibat kasus pelecehan seksual harus diambil tindakan tegas karena merusak citra pengabdian,” tegas anggota DPRD Sikka dua periode yang berlatarbelakang guru itu. 

     

    Bupati Sikka Yoseph Ansar Rera akan memberikan jawaban atas catatan politis ini dalam rapat paripurna yang dijadwalkan Kamis (3/7) malam.

     

    Namun sebelumnya, pada Selasa (1/7) usai mengikuti apel bendera memperinghati HUT Bahayangkara ke-68 di Kantor Polres Sikka, Yoseph Ansar Rera berjanji memecat KM jika yang bersangkutan terbukti secara hukum melakukan tindakan pelecehan seksual.

     

    Langkah awal yang dilakukan Yoseph Ansar Rera yakni membebastugaskan KM dari jabatannya sebagai Kepala SMP Negeri 2 Nita. Setelah tiga hari KM di tahan di tahanan Polres Sikka, Yoseph Ansar Rera akan memotong gaji kepala sekolah itu sebesar 25 persen.***

     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.