• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Rabu, 21 Oktober 2020

     
    Home   »  Olahraga
     
    Tim Brasil Terlalu Sering Menangis
    ANA DEA | Jumat, 04 Juli 2014 | 10:02 WIB            #OLAHRAGA

    Tim
    Reaksi penyerang Brasil, Neymar (kanan) dan pelatih Luiz Felipe Scolari (angkat tangan) pada akhir laga perdelapan final Piala Dunia 2014 melawan Cile di Mineirao Stadium di Belo Horizonte, 28 Juni 2014. Brasil menang lewat adu penalti setelah skor imbang 1-1. AFP/GUSTAVO ANDRADE

     

     

    FORTALEZA, FLOBAMORA.net - Kapten timnas Brasil, Thiago Silva menepis anggapan bahwa rekan-rekan setimnya terlalu cengeng dan sering menangis dalam perhelatan Piala Dunia 2014 ini.

     

    Silva merasa perlu mengatakan hal ini setelah adanya kritik terhadap tangisan para pemaan Brasil saat menang adu penalti menghadapi Cile di babak 16 besar.

     

    "Saya kira secara tim kondisi psikologis kami sangat baik. Kami melakukan apa yang kami sukai," kata pemain klub Paris St Germain ini. "Tekanan buat kami terlalu berat dan kami tahu kami harus memberikan semua yang kami miliki. Ketika semua itu ssia diatasi, tak ada lasan untuk tidak menjadi emosional."

     

    'Saya kira luapan emosi ini tidak akan mengganggu penampilan kami. Saya sudah mengatasi banyak kesulitan hidup. Saya pernah menderita TBC dan meregang nyawa. Tetapi sebagai seorang juara saya harus menunjukkan kedewasaan di dalam dan di luar lapangan," kata Silva.

     

    Kontrovertsi tangisan para pemain Brasil ini dipicu oleh pernyataan kapten tm Piala Dunia Brasil 1970, Carlos Alberto. Ia menganggap para pemain terlalu cengeng dan sering menagis. "Mereka menangis saat menynayikan lagu kebangsaan, saat kesakitan bahkan saat mereka melakukan tendangan penalti. Ayolah, berhenti menangis. Cukup!"

     

    Pelatih Brasil, Luiz Felipe Scolari menyebut setiap orang memiliki cara masing-masing untuk mengatasi tekanan mental. "Ketika saya memegang Portugal, saya melihat Luis Figo berdoa di kamar ganti saat kami harus melakukan adu tendangan penalti melawan Inggris..."


     
      TAG:
    • bola
    •   
    •   
    •   
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.