• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 01 Juni 2020

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Polda NTT Didesak Tindak Tegas Pelaku Penembakan Efri
    ALBERTO | Jumat, 04 Juli 2014 | 14:32 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Polda
    Polisi

     

    Kupang, Flobamora.net - Komisi Umum Orang Hilang dan Korban Tindakan Kekerasan(Kontras)Nusa Tenggara,CIS Timor dan Komunitas Pemuda Kampung Sabu (KPKS) mengecam keras tindakan penembakan yang dilakukan anggota Tim Buser Polresta Kota Kupang terhadap Efrianus Jonatan Faot, pada 27 Juni 2014 lalu di jalur 40.

     

    “Tindakan pelaku mengakibatkan korban meninggall dunia,” kata Koordinator Kontras Nusa Tenggara, Marthen Salu kepada pers di Kupang, Jumat (4/7).

     
    Menurutnya, tindakan yang dilakukan anggota Tim Buser Polres Kota merupakan perbuatan melanggar hukum,yang bertentangan dengan konstitusi Pasal 28A, 28D ayat 1.28I ayat 1 dan 28j ayat 1 Undang undang Dasar 1945, Pasal 338 KUHP, Undang-undang nomor 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia (HAM), Perkap nomor 1 tahun 2009 tentang implementasi prinsip dan standar HAM dalam menjalankan tugas kepolisian Negara Republik Indonesia.

    Dia mengatakan, perbuatan tersebut merupakan pelanggaran prinsip HAM dan norma Hukum maka pelaku harus dimintai pertanggung jawaban atas perbuatan tersebut sesuai dengan hukum yang berlaku.

     

    “Dengan adanya praduga tak bersalah dan asas persamaan  setiap warga negara yang merupakan HAM, maka sangat diharapkan agar kasus ini diproses sesuai prosedur hukum.Kasus ini harus diproses sesuai prosedur hukum,"tegasnya.

    Dia menilai, kasus penembakan yang dilakukan oleh Tim Buser Polres Kupang Kota tersebut tidak dapat dibenarkan, apalagi jatuhnya korban jiwa bahkan belum adanya proses hukum yang menyebutkan korban bersalah.

    Pihaknya juga mendesak Kepolisian Daerah NTT, untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap anggota Tim Buser Polresta Kupang Kota yang terlibat dalam penembakan tersebut.

     

    “Selain itu mendesak Polri dan komisi-komisi negara independen yang terkait untuk melakukan monotoring proses penyelidikan dan penyidikan yang berlangsung dan tidak melakukan perlindungan terhadap setiap anggota polri yang melakukan pelanggaran hukum dan HAM,” tambahnya.

     

    Sebagaimana diketahui, Elfri alias Cung (26), pelaku curanmor terpaksa ditembak mati oleh petugas Polres Kupang Kota, Jumat (27/6) siang.  Korban diduga sebagai anggota jaringan oencurian sepada motor yang beroperasi di wilayah Kota dan sekitarnya. Korban terpaksa ditembak oleh polisi.

     

    Dua timah panas bersarang di bahu kanan dan belakang daun telinga kanan korban karena sebelumnya menyerang polisi menggunakan senjata api rakitan. ***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.