• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Rabu, 02 Desember 2020

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Banyak Kasus Korupsi Tidak Terungkap, Sekda Sikka Dituding Berkolusi
    VICKY DA GOMEZ | Jumat, 04 Juli 2014 | 17:08 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Banyak
    Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Sikka, Landoaldus Mekeng

     

     
    Maumere, Flobanmora.net - Landoaldus Mekeng, anggota Badan Anggaran DPRD dari Fraksi Partai Golkar menuding Majelis Tuntutan Perbendaharaan Tuntutan Ganti Rugi (TPTGR) pimpinan Sekretaris Daerah Kabupaten Sikka telah melakukan kolusi dengan aparatur yang menyalahgunakan keuangan negara. Pasalnya banyak kasus korupsi yang tidak terungkap, malah tidak menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

     

    Tudingan ini dilontarkan Landoaldus Mekeng pada rapat Badan Anggaran antara DPRD Sikka dan Pemkab Sikka, Jumat (4/7). Sekda Sikka Valentinus Tupen hadir pada rapat yang dipimpin oleh Ketua Badan Anggaran Rafael Raga.

     

    Pendapat Landoaldus Mekeng ini berangkat dari temuan BPK terhadap empat pegawai negeri yang telah melakukan penyalahgunaan keuangan negara. Landoaldus Mekeng merasa heran karena ada juga pegawai negeri yang juga menyalahgunakan keuangan negara, tapi tidak disentuh oleh Majelis TPTGR, bahkan BPK.

     

    “Ada kasus dugaan korupsi sebesar Rp 600 juta oleh seorang bendahara. Sekarang sudah ada cicilan dari yang bersangkutan. Kalau yang bersangkutan sudah melakukan cicilan, berarti dia mengakui telah menyalahgunakan keuangan. Kenapa yang ini tidak tertangkap oleh Majelis TPTGR? Saya duga jangan-jangan ada kolusi,” kecam mantan Sekda Flotim itu.

     

    Landoaldus Mekeng mengatakan dari 4 PNS temuan BPK, ada salah seorang yang sudah melakukan cicilan, dan bukti cicilan itu ada. Hanya yang mengherankan, dari laporan hasil pemeriksaan BPK, yang bersangkutan masih memiliki beban pengembalian keuangan sesuai  jumlah penyalahgunaan yang dilakukan. Landoaldus Mekeng berpendapat kondisi ini menunjukkan kinerja kerja Majelis TPTGR sangat diragukan.

     

    Terhadap tudingan dan keterangan yang disampaikan Landoaldus Mekeng ini, Sekda Valentinus Tupen tidak memberikan tanggapan apapun. Dia hanya duduk tenang saja tanpa sedikit pun berekasi.

     

    Informasi yang dihimpun Flobamora.net, kasus “makan uang” Rp 600 juta yang disinyalir oleh Landoaldus Mekeng, diduga dilakukan oleh seorang bendahara pada sebuah instansi pemerintahan dalam lingkup Pemkab Sikka. Bendahara ini sudah dipindahtugaskan ke instansi yang lain.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.