• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Minggu, 31 Mei 2020

     

     
    Home   »  Nasional
     
    Merasakan Sensasi Jembatan Suramadu
    ALBERT R. | Rabu, 01 Januari 2014 | 23:32 WIB            #NASIONAL

    Merasakan
    Jembatan Suramadu

     

    BERTANDANG ke Surabaya, ibu kota Provinsi Jawa Timur (Jatim), rasa belum lengkap jika tidak sempat melintasi Jembatan Suramadu. Begitu tersohornya jembatan yang menghubungi Pulau Jawa dan Pulau Madura, menggoda rasa ingin tahuku. Siapa yang tidak tahu atau kenal dengan Jembatan yang berdiri kokoh yang melintasi Selat Madura ini?

     

    Selasa, dua pecan lalu , keinginan untuk melihat dan melintasi jembatan yang mulai dibangun tahun 2003 dan selesai serta diresmikan pada 10 Juni 2009, kesampaian. Bersama sejumlah teman wartawan dari Kupang, seusai mengikuti sebuah kegiatan di Kota Buaya itu, kami berkesempatan menyaksikan mahakarya anak bangsa yang sangat fenomenal tersebut.

     

    Sebuah bis pariwisata yang kami tumpangi meluncur membelah kemacetan Kota Surabaya. Rasa penat dan kantuk tak tertahankan. Beberapa teman terlihat tertidur sekadar mengusir kantuk. Setelah satu jam menyusuri keramaian dan kemacetan kota pahlawan itu, mata kami disuguhkan dengan sebuah pemandangan yang menakjubkan. Sebuah jembatan gagah kokoh berdiri dengan "angkuhnya". Setelah ditelisik, jembatan tersebut terdiri dari tiga bagian.

     

    Pertama adalah jalan layang yang berada disisi masing-masing pulau dengan panjang disisi Surabaya sekitar 1458 meter dan disisi Madura 1818 meter, setelah itu disambung dengan jembatan penghubung yang masing-masing panjangnya sekitar 627 meter, dan yang terakhir adalah jembatan utama yang ada ditengah-tengah yang terdiri dari tiga bagian yaitu dua bentang samping yang panjangnya 192 meter dan bentang utama yang panjangnya 434 meter.

                    

    Tujuan utama jembatan ini dibangun yaitu untuk mempercepat pembangunan di Pulau Madura baik di bidang infrastruktur maupun ekonomi, namun jembatan ini juga menjadi salah satu tujuan wisata favorit baik bagi warga sekitar ataupun para traveller yang sengaja datang dari luar kota untuk melihat secara langsung indah dan gagahnya Jembatan Suramadu ini.

     

    Pemandangan di Jembatan Suramadu ini memang cukup menarik. "Jika di siang hari saat kita  melintas melalui jembatan ini, bisa memandang Selat Madura dari atas jembatan. Lautan yang mengelilingi samping  kanan dan kiri membuat kita menikmati sensasi serasa terbang di atas laut," Natalia, salah seorang warga Surabaya.

     

    Menurutnya, ada cara lainnya untuk menikmati Jembatan Suramadu selain melalui atas jembatan ini, yaitu dengan cara naik kapal atau menyewa perahu. Jika naik kapal, kita  harus terlebih dahulu ke Pelabuhan Tanjung Perak. Namun jika kita memilih mengunakan perahu, penyewaan perahu bisa ditemukan di dekat kaki Jembatan Suramadu. Jika menggunakan perahu kita bisa melewati kolong jembatan, tapi jika menggunakan kapal jaraknya lebih jauh.

     

    Cara ini yang sering dilakukan untuk menuju Jembatan Suramadu. Dari Terminal Bungurasih naiklah bis yang menuju Madura kemudian mintalah untuk turun sebelum tol jika Anda ingin melihat Jembatan Suramadu dari sisi Surabaya. Tapi jika kita ingin tetap jalan dan melanjutkan perjalanan sampai di Pelabuhan Kamal, membutuhkan waktu sekitar 10 menit.

     

    "Jika kita menggunakan kendaraan pribadi atau kendaraan sewa, akan dikenakan tarif jalan sekitar Rp 30.000, untuk mobil. Bisa juga menggunakan sepeda motor, namun harus tetap waspada karena angin yang berhembus sangat kencang jadi selalu ingat untuk mematuhi rambu-rambu yang berlaku," jelasnya.

     

    Dari beberapa bahan bacaan yang diperoleh, berdirinya Jembatan Suramadu merupakan tonggak sejarah baru dalam pembangunan konstruksi prasarana perhubungan di Indonesia.Jembatan antarpulau sepanjang 5.438 meter yang akan diresmikan Rabu 10 Juni 2009 itu bukan hanya yang terpanjang di Indonesia, tetapi juga di Asia Tenggara.

     

    Sebagai jembatan yang menghubungkan dua pulau, sesungguhnya Suramadu (Surabaya-Madura) merupakan yang kedua setelah rangkaian jembatan Barelang (Batam Rempang Galang) yang selesai dibangun tahun 1997. Enam jembatan dengan berbagai tipe yang menghubungkan tujuh pulau kecil di Propinsi Kepulauan Riau ini, merupakan landmark keberhasilan dan kemandirian anak bangsa dalam membangun jembatan antar pulau.

     

    Sebelum Suramadu dibangun, sempat timbul keragu-raguan, apakah mungkin membangun jembatan di daerah patahan dan gempa? Bagaimana dengan tiupan angin di laut Selat Madura yang terkenal kencang, apakah tidak akan memengaruhi konstruksi jembatan?

     

    Penelitian pun akhirnya dilakukan secara mendalam selama tahun 2003-2004. Penelitian yang lebih bersifat technical study dilakukan terhadap 12 item yang kebanyakan berupa parameter tanah.

     

    Dari sisi seismic hazard analysis, misalnya, diperoleh kesimpulan, di sekitar lokasi jembatan tidak ditemukan suatu patahan aktif. Berdasarkan katalog gempa juga tidak ditemukan gempa dengan magnitude di atas 4 skala Richter sehingga kondisi di sekitar lokasi jembatan cukup stabil.

     

    Kajian mendalam juga dilakukan terhadap kontur dasar laut, arus air laut, serta pengaruh pasang terhadap jembatan. Ternyata semuanya sangat memungkinkan untuk dibangun jembatan yang menghubungkan dua pulau. Adapun untuk angin, berdasarkan kajian ternyata angin yang melintang kecepatannya sekitar 3,6 kilometer per jam sampai maksimal 65 kilometer per jam.

     

    Jembatan Suramadu yang pemancangan tiang pertamanya dilakukan pada 20 Agustus 2003 oleh Presiden Megawati Soekarnoputri saat ini bisa tahan terhadap guncangan gempa sampai 7 skala Richter. Jembatan ini pun dirancang dengan sistem antikorosi pada fondasi tiang baja.

     

    Karena menghubungkan dua pulau, teknologi pembangunan Jembatan Suramadu didesain agar memungkinkan kapal-kapal dapat melintas di bawah jembatan. Itulah sebabnya, di bagian bentang tengah Suramadu disediakan ruang selebar 400 meter secara horizontal dengan tinggi sekitar 35 meter.

     

    Untuk menciptakan ruang gerak yang lebih leluasa bagi kapal- kapal, di bagian bentang tengah Suramadu dibangun dua tower (pylon) setinggi masing-masing 140 meter dari atas air. Kedua tower ini ditopang sebanyak 144 buah kabel penopang (stayed cable) serta ditanam dengan fondasi sedalam 100 meter hingga 105 meter.

     

    Secara keseluruhan, pembangunan Suramadu menghabiskan sekitar 650.000 ton beton dan lebih kurang 50.000 ton besi baja. Tak heran, dinas pekerjaan umum mengklaim Suramadu sebagai megaproyek yang menghabiskan dana total mencapai Rp 4,5 triliun. Jembatan ini dirancang kuat bertahan hingga 100 tahun atau hampir menyamai standar Inggris yang mencapai 120 tahun.

     

    Karena berada di tengah lautan, Suramadu berpotensi terkendala faktor angin besar yang potensial terjadi di tengah lautan. Untuk memastikan keamanan kendaraan yang melintas di atas Suramadu, Departemen Pekerjaan Umum akan membangun pusat monitoring kondisi cuaca, khususnya angin.

     

    "Jika kecepatan angin sudah mencapai 11 meter per detik atau sekitar 40 kilometer per jam, jembatan harus ditutup untuk kendaraan roda dua demi keselamatan pengendara," ujar Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto.

     

    Jika kecepatan angin bertambah hingga 18 meter per detik atau sekitar 65 kilometer per jam, jalur untuk kendaraan roda empat akan ditutup. Langkah ini semata-mata untuk keselamatan dan kenyamanan pengendara. Adapun konstruksi jembatan akan tetap aman karena Jembatan Suramadu dirancang tetap kokoh meski ditempa angin berkecepatan lebih dari 200 kilometer per jam.

     

    Bukan cuma kuat dari terpaan angin, Jembatan Suramadu juga didesain mampu menopang kendaraan sesuai standar as atau axle di daratan. Dengan demikian, Suramadu diperkirakan mampu menahan beban kendaraan sekitar 10 ton.

     

    Itulah sekelumit kisah perjalanan menikmati sensasi Jembatan Suramadu. Jika Anda sempat mampir di Surabaya, jangan lupa untuk melintasi jembatan tersebut. Selain menikmati sensasinya, kita juga berkesempatan menjejakkan kaki di Pulau Madura, yang terkenal dengan karapan sapinya dan penghasil garam terkemuka di Indonesia ini.*** (AR dan berbagai sumber)  


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.