Warning: ob_start(): output handler 'ob_gzhandler' conflicts with 'zlib output compression' in /home/flobamor/public_html/media.php on line 2
Terkait PSK Eks Doli, Pemkab Sikka Kurang Antisipatif


  • LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Sabtu, 23 Maret 2019

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Terkait PSK Eks Doli, Pemkab Sikka Kurang Antisipatif
    VICKY DA GOMEZ | Sabtu, 12 Juli 2014 | 21:47 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Terkait
    Wakil Bupati Sikka, Paolus Nong Susar

     

    Maumere, Flobamora.net -Penutupan lokalisasi Doli di Surabaya, sepertinya tidak menjadi bagian penting bagi Pemkab Sikka. Pemkab Sikka sama sekali kurang antisipatif terhadap eksodus para pekerja seks komersial (PSK) eks Doli ke Maumere.

     

    Kesan ini tertangkap dari diskusi para awak media dengan Wakil Bupati Sikka Paolus Nong Susar pada kegiatan Media Gathering Sabtu (12/7) di Aula LK3I Maumere. Kegiatan ini digelar Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Sikka sehubungan dengan partisipasi dan kontribusi media dalam kaitan dengan penanggulangan HIV dan AIDS di Kabupaten Sikka.

               

    Flobamora.net mempertanyakan langkah-langkah Pemkab Sikka terkait dengan kemungkinan masuknya PSK eks Doli ke Maumere. Kekhawatiran ini dipersoalkan karena Maumere sebagai kota yang terbuka, dan tuidak tertutup kemungkinan menjadi sasaran eksodus dari para PSK eks Doli.

               

    Menjawab hal ini, Paolus Nong Susar yang juga adalah Ketua Harian KPA Kabupaten Sikka itu mengatakan pemerintah telah melakukan koordinasi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda). Dalam beberapa kali pertemuan Forkompimda, akunya, hal ini sudah sering kali dibicarakan.

               

    Agar lebih terkesan responsif terhadap efek dari penutupan Doli, Paolus Nong Susar mengatakan pemerintah akan terus mengikuti berbagai perkembangan yang terjadi dari dampak penutupan Doli.

     

    Dia menyebutkan, sejumlah instansi pemerintah yang terus memantau perkembangan  seperti Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Parieisata, Dinas Kesehatan, dan Badan Kesbangpol. 

               

    Dari pantauan Flobamora.net, pasca penutupan Doli hingga saat ini belum ada langkah-langkah strategis dan antisipatif yang dilakukan Pemkab Sikka. Meski pemerintah mengandalkan tupoksi kerja dari Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Pariwisata, Dinas Kesehatan dan Badan Kesbangpol, namun belum terlihat secara jelas apa yang telah dilakukan oleh instans-instansi tersebut.

     

    Di Kota Maumere, teridentifikasi ada sejumlah tempat yang digunakan sebagai lokalisasi praktik-praktik prostitusi terselubung. Tempat-tempat ini mengantongi izin usaha hotel atau karaoke, namun dalam praktiknya dimanfaatkan juga sebagai tempat prostitusi. Modus seperti ini sudah berlangsung lama, namun belum pernah tersentuh oleh pihak-pihak yang berwenang termasuk pemerintah.***

     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.