• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 19 November 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Rendah, Inisiatif Tes HIV di Indonesia
    VICKY DA GOMEZ | Minggu, 13 Juli 2014 | 22:11 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Rendah,
    Pemerhati Masalah HIV/AIDS di Kabupaten Skka, Dr.Asep Purnama

     

    Maumere, Flobamora.net – Inisiatif untuk melakukan tes HIV di Indonesia terbilang masih sangat rendah. Dari ratusan juta penduduk Indonesia, data sampai pada tahun 2013 menunjukkan hanya sekitar 5 juta warga negara Indonesia yang melakukan tes HIV.

     

    Selain itu estimasi yang terinfeksi HIV sebanyak 350 ribu orang tetapi yang dilaporkan hampir 100 ribu orang.

               

    Kondisi ini berbanding terbalik dengan yang terjadi pada warga masyarakat di Afrika Selatan dan Brasil. Di Afrika Selatan dengan jumlah penduduk sekitar 50 juta orang, terdata 15 juta di antaranya sudah melakukan tes HIV. Demikian pun di Brasil, diperkirakan 25 persen penduduknya sudah melakukan tes HIV.

               

    Demikian gambaran yang disampaikan Asep Purnama kepada para wartawan di Aula LK3I Maumere, Sabtu (12/7) saat menjadi narasumber pertemuan Media Gathering yang digelar Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Sikka.

     

    Asep adalah seorang dokter ahli penyakit dalam pada RSUD TC Hillers Maumere, yang juga adalah pengelola Klinik VCT Sehati pada rumah sakit itu.

               

    Dia mengatakan, mestinya warga masyarakat memiliki kesadaran untuk melakukan tes HIV sedini mungkin, sehingga dapat diketahui sedini mungkin seseorang positif atau negatif. Karena hematnya, semakin dini diagnosis maka semakin kecil risiko infeksi oportunistik. Kendala yang terbesar, ujarnya, karena masyarakat belum siap, apalagi jika setelah melakukan tes lalu divonis positip.

               

    Selain masyarakat atas inisiatif sendiri, dia pun menyebutkan beberapa kategori masyarakat rentan yang perlu melakukan tes HIV secara dini. Kelompok rentan itu seperti  pengguna narkoba, orang yang sering melakukan hubungan seks tak aman, pasangan seksual kelompok berisiko, ibu hamil, penderita penyakit menular seks, penderita tuberkolusis, dan penderita penyakit lama yang tak sembuh seperti demam, diare, batuk, termasuk berat badan menurun yang tidak diketahui penyebabnya.

               

    Dari pengalamannya mengelola Klinik VCT Sehati pada RSUD TC Hillers Maumere sejak tahun 2003, jelas Asep Purnama, tes HIV pada pengguna narkoba dan methadon sangat kurang.

     

    Demikian pun tes pada ibu hamil, atau pasirn yang mengidap penyakit menular seks dan tuberkolusis. Bahkan, tambahnya, lebih sering pasien datang ke rumah sakit dalam keadaan sudah terkena infeksi oportunistik.

               

    Data yang dibeberkan Asep Purnama, sejak tahun 2003 sampai dengan Pebruari 2014 terdapat 3.419 orang yang melakukan kunjungan klinik VCT Sehati.

     

    Dari grafik kunjungan, dapat dilihat setiap tahunnya jumlah kunjungan semakin meningkat. Pada tahun 2013 terdata 812 kunjungan, sementara sampai dengan posisi Pebruari 2014 sudah terdata 207 kunjungan.***

     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.