• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Minggu, 22 September 2019

     

     
    Home   »  Pemilu
     
    Tuba Helan : Berpolitiklah Secara Santun dan Tidak Saling Menjelekkan
    ALBERTO | Senin, 14 Juli 2014 | 12:41 WIB            #PEMILU

    Tuba
    John Tuba Helan

     

    Kupang, Flobamora.net - Pengamat politik dan hukum Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Nusa Tenggara Timur, Dr. John Tuba Helan mengatakan penilaian Prabowo bahwa  Jokowi bukan orang yang merakyat sangat tidak etis.

     

    “Saat ini keduanya  sedang berkompetisi sehingga tidak boleh saling menjekkan satu sama lain dan berpolitik secara santun serta objketif,” kata Tuba Helan yang dihubungi di  Kupang,  Senin (14/7).

     

    Menurutnya, yang menilai merakyat tidaknya Jokowi adalah rakyat Indonesia,karena rakyatlah yang menilai calon pemimpinnya. Artinya, rakyat punya kesempatan untuk melihat apa yang dilakukan calon pemimpinnya selama ini.

     

    Dosen Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Undana  ini menuturkan, realitas poilitik yang terjadi saat ini rakyat Indonesia menyenangi tipe pemimpin seperti Jokowi, yang tidak segan atau canggung turun langsung ke lapangan, mendengarkan keluhan mereka seakan tak ada jarak antara calon pemimpin dengan rakyatnya.

     

    “Rakyat kita butuh contoh konkrit yang langsung bersentuhan dengan keinginan mereka. Rakyat tidak butuh teori yang muluk-muluk. Mereka ingin bukti.Mereka menginginkan calon pemimpin yang dekat dan merakyat,” katanya.

     

    Dia mengatakan, sejauh pengamatannya selepas Pilpres 9 Juli 2014 lalu, belum pernah terlontar penilaian yang negatif dari seorang Jokowi terhadap Praboowo. Mungkin  Jokowi paham betul, yang memilih dirinya bukanlah Prabowo begitupun sebaliknya.

     

    Untuk itu, dia juga meminta elit-elit politik di negeri ini untuk berpolitik secara santun dan cerdas. Biarkan rakyat yang menilai dan menentukan calon pemimpinnya sendiri.

     

    Sebagaimana diketahui, dalam wawancara dengan dengan Babita Sharma dari BBC News tanggal  11 Juli 2014 lalu, calon presiden Prabowo Subianto menjabarkan perbandingan gaya politiknya dengan rivalnya, tentang pandangan dia atas kualitas rivalnya dan kualitasnya sendiri.

     

    Dalam satu bagian wawancara Prabowo menilia rivalnya adalah produk kampanye public relations, berbeda dengan dirinya. “Rival saya adalah produk kampanye public relations; sangat kebalikannya; ia adalah alat oligarki, dan menurut saya bukan begitu gambaran dia,” kata Prabawo.

     

    Prabowo bahkan mengatakan rivalnya bukan orang yang memihak rakyat. Ia menyebut dirinya bersahaja, tapi itu cuma pura-pura.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.