• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Sabtu, 27 November 2021

     
    Home   »  Ekonomi & Investasi
     
    NTT Dapat Alokasi 840 Unit Listrik Tenaga Surya
    ALBERTO | Kamis, 17 Juli 2014 | 13:03 WIB            #EKONOMI & INVESTASI

    NTT
    Kadis Pertambangan dan Energi NTT, Dany Suhadi

     

     

    Kupang, Flobamora.net - Povinsi NTT dalam tahun 2014 ini mendapat alokasi 840 unit listrik tenaga surya (Pyang akan didistribusi kepada sejumlah wilayah yang belum terjangkau pelayanan Perusahaan Listrik Negara (PLN).

    Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi NTT Danny Suhadi yang ditemui, Kamis (16/7) menjelaskan, bantuan PLTS tersebut akan diperuntukan kepada 16 lokasi di seluruh NTT yang belum menikmati penerangan PLN.

    “Kita prioritaskan wilayah-wilayah yang belum terjangkau PLN. Juga diperuntukan pada beberapa translok seperti di Kabupaten Sikka,Ngada, dan TTS,” katanya.

    Dia mengatakan, selain itu bantuan PLTS juga diperuntukan bagi Komunitas Adat Terpencil (KAT) di sejumlah wilayah. Mereka dianggap layak menerima bantuan ini karena berada pada wilayah-wilayah yang sulit dijangkau PLN.

    Menurutnya, bantuan ini disenergikan dengan program Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi untuk perumahan translok dan Dinas Sosial untuk program Komunitas Adat Terpencil. Dengan begitu ada keterkaitan antara program di salah satu instansi dengan instansi lainnya.

    Dengan bantuan ini, lanjutnya, maka bantuan PLTS di seluruh sejak tahun 2005 sudah mencapai 6.000-an unit. Jumlah ini belum termasuk bantuan yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) yang diterima kabupaten/kota untuk listri desa dan biogas.

    Dia menuturkan, saat ini Pemerintah Pusat melalui Bappenas melakukan terobosan untuk mengatasi krisis listrik di Indonesia dengan membangun pembangkit listrik tenaga air (mikrohidro) dan pembangkit listrik tenaga uap (geothermal).

    Dia menambahkan, beberapa wilayah di NTT memiliki potensi panas bumi yang bisa dimanfaatkan untuk pembangkit listri seperti di Ulumbu dan Sokoria, Kabupaten Ende. Karena itu diharapkan proyek PLTU itu cepat selesai guna mengatasi keterbatasan daya listrik.

    Dia mengatakan, dengan bantuan PLTS ini hingga akhir 2014, tingkat rasio elektrifikasi di NTT mencapai 58 persen.

    Sebelumnya, PT PLN (Persero) secara resmi mengoperasikan empat PLTS di NTT yakni PLTS Raijua berkapasitas 150 kilo Watt peak (kWp) yang berlokasi di Kabupaten Sabu Raijua, PLTS Nule berkapasitas 250 kWp dan PLTS Pura berkapasitas 175 kWp, keduanya berlokasi di Kabupaten Alor serta PLTS Solor Barat berkapasitas 275 kWp yang berlokasi di Kabupaten Flores Timur, sehingga total kapasitas dari 4 PLTS yang diresmikan ini adalah sebesar 850 kWp.

    Peresmian dilakukan oleh Direktur PLN (Operasi Indonesia Timur), Vickner Sinaga disaksikan Bupati Kabupaten Sabu Raijua Marthen Luther Dira Tome General Manager PLN NTT, Richard Safkaur.

    “Masyarakat Raijua harus bangga, karena meski Raijua adalah pulau terdepan Indonesia di sisi selatan Indonesia, tapi pulau Raijua menjadi salah satu pulau dari 40 pulau di Indonesia yang telah menggunakan pembangkit listrik dengan tenaga surya atau matahari,” ujar Sinaga.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2021 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.