• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 29 November 2021

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Perekrutan TKI Harus Lapor ke Polsek
    DEWA HAYON | Kamis, 17 Juli 2014 | 22:14 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Perekrutan
    Direksi Lembaga Rumah Perempuan Kupang,Libby Sinlaeloe-Ratuarat

     

     

    Kupang, Flobamora.net - Project Manager Yayasan Tifa ,Muhamad Nour mengatakan,masalah perekrutan TKI saat ini sudah seperti  bisnis.Untuk  tu Yayasan Tifa telah membangun kerjasama dengan pihak Kepolisian baik dari tingkat Polres hingga Polsek, agar dalam setiap perekrutan TKI harus dilaporkan ke Polsek .

     

    Muhamad Nour mengatakan pada Workshop Penegakan Hukum terhadap Kasus Tenaga Kerja yang diselenggarakan oleh lembaga Rumah perempuan Kupang bersama Yayasan Tifa dengan Polres Kupang, Kamis (17/7).

     

    “Dalam mengantisipasi maraknya bisnis dalam perekrutanTKI ini,kami sudah membangun kerjasama dengan pihak Polres yang ada di tingkat kabupaten,” katanya.

     

    Sedangkan Direksi Lembaga Rumah Perempuan Kupang,Libby Sinlaeloe-Ratuarat mengatakan, minat masyarakat bekerja diluar megeri sangat tinggi.

     

    Data BP3TKI NTT tahun 2010-2012 Jumlah TKI asal NTT hingga tahun 2012 menunjukan jumlah yang signifikan yakni 18.123 orang tenaga kerja NTT dengan Rincian laki 9.261 orang dan perempuan 8.862 orang.

     

    Kata dia, dari jumlah ini 9.993 adalah buruh migran yang berasal dari kabupaten Kupang dengan cdan perempuan 5.343 orang. Data 2011 -2013 Jumlah 14.946 Formal 9.944 Informal 7.002 (semuanya perempuan).

     

    “Fenomena TKI asal NTT pengaruhi tingginya minat masyarakat ini tidak diimbangi dengan Pengetahuan dan  Ketrampilan. Kondisi ini kemudian memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap kerentanan mereka terhadap berbagai persoalan yang di alamai mulai dari perekrutan, penampungan, di negara penempatan dan purna penempatan,” tuturnya.

     

    Dia menambahkan,hal ini dilihat perempuan merupakan kelompok yang paling rentan terhadap berbagai bentuk kekerasan seperti kekerasan fisik, psikis, seksual, gaji tidak dibayar dan bahkan dijual( Trafficking).Untuk dalam menangani persoalan TKI dibutuhkan kerjasama semua pihak dalam menanganinya.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2021 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.