• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Selasa, 20 Oktober 2020

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Pemkot Kupang Luncurkan Unit Pengaduan Kasih
    DEWA HAYON | Jumat, 18 Juli 2014 | 14:27 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Pemkot
    Kota Kupang

     

     

    Kupang, Flobamora.net - Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang dalam upayanya mewujudkan pemerintahan yang bersih dan bebas dari kolusi, korupsi, dan nepotisme (KKN) dan memberikan pelayanan prima kepada masyarakat meluncurkan Unit Pengadua Kasih Kota Kupang. Setiap pengaduan dapat melalui website dann layanan pesan singkat (SMS).


    Wali Kota Kupang, Jonas Salean pada acara peluncuran di ruang Sasando Balai Kota Kupang, Kamis (17/7) kemarin mengatakan, kerja sama Pemkot Kupang dengan Uni Eropa ini bermula dari pertemuan singkat dengan Novianti Manurung di Bangkok, Thailand Agustus 2012 lalu.

     

    Saat itu, dia dan Kepala Bappeda menghadiri pertemuan dan bertemu dengan Novianti. Dia meminta Novianto untuk memfasilitasi program-program Uni Eropa agar bisa masuk ke Kota Kupang.

    “Dari pertemuan itu, kemudian langsung ditindaklanjuti oleh Kepala Bappeda melalui permohonan program ke Uni Eropa sehingga direalisasikan hingga saat ini,” kata Salean.

    Setelah sukses membentuk Unit Pengadaan Terpadu, kemudian dilanjutkan dengan program pembentukan Unit Pengaduan Kasih sehingga membantu Pemkot melakukan pembenahan pelayanan kepada masyarakat.

    Salean berharap, kehadiran Unit Pengaduan Kasih Kota Kupang dapat mendukung suatu pemerintahan yang anti-korupsi, dan mampu merefornmsi birokrasi, penegakan disiplin berbasis kinerja dan peningkatan pelayanan publik. "Para lurah dan camat harus sosialiasikan ini kepada masyarakat. Masyarakat bisa mengadu lewat nomor 082237870000," katanya .

     

    Untuk mendukung pelaksanaan kegiatan di unit pengaduan tersebut, akan ditempatkan staf yang disumpah khusus untuk menerima semua pengaduan masuk secara baik dan dapat memilahnya secara benar untuk dapat ditindaklanjuti. Ia  menginginkan agar semua aparatur professional dalam melaksanakan tugas pelayanan.

     

    " Kalau pengaduan misalkan terhadap lurah dan setelah dicek kebenarannya maka akan langsung ditindaklanjuti. Ini alat bantu untuk menciptakan pelayanan publik yngg bermutu bagi warga Kota Kupang," tegasnya.

     

    Dia juga berterima kasih kepada Uni Eropa dan B-Trust yang telah membantu menyukseskan program tersesut. Diharapkan, ke depan bantuan Uni Eropa dapat dikembangkan terus di bidang pelayanan publik lainnya agar semakin lebih baik.
    Perwakilan Uni Eropa Novianti Manurung mengatakan, Pemkot Kupang mendapatkan perhatian khusus dari Uni Eropa dan berharap ke depan akan ada banyak bantuan yang masuk ke Kota Kupang.


    Menurutnya, ada banyak negara-negara berkembangyang sudah mengembangkan mekanisme pengaduan pelayanan publik, namun belum berjalan maksimal. Pengaduan yang disampaikan oleh masyarakat banyak yang tak ditindaklanjuti pemerintah, sehingga banyak warga yang pesimis membuat pengaduan karena pengaduannya tidak dapat ditindaklanjuti.

    Pembentukan Unit Pengaduan Kasih Kota Kupang, kata Manurung, menempatkan partisipasi masyarakat sebagai pilar good governance dalam pembangunan.

     

    "Uni Eropa sangat mendukung penguatan kelembagaan pemerintah daerah di bidang pelayanan publik. Pengaduan masyarakat merupakan satu sumber informasi bagi pemerintah sebagai sumber pelayanan publik untuk konsisten menjaga kualitas pelayanan sesuai standar yang telah ditetapkan," katanya.


    Kata dia, Sejak 2009 Uni Eropa telah bekerja sama dengan B-Trust untuk memberikan bantuan teknis kepada 11 pemerintah daerah di Indonesia sebagai pilot project peningkatan pelayanan publik.


    Direktur Senior B-Trust Siswondo mengatakan, pendampingan program Unit Pengaduan Kasih merupakan program kedua setelah Unit Pendagaan. Pembentukan Unit Pengaduan Kasih telah melalui berbagai proses mulai dari diskusi, workshop, studi literatur, hingga studi banding ke Yogyaarta dan Surakarta  yang telah lebih dulu membentuk unit penanganan pengaduan masyarakat.

    Dia berharap, implementasi pelaksanaan Unit Pengaduan Kasih akan lebih baik dari Yogyakarta dan Surakarta.

    Setelah peluncuran, tambahnya, program ini akan disosialisasikan dan ditindalanjuti dengan pembentukan Peraturan Daerah (Perda), standar operasional pelayanan (SOP), dan penataan sumber daya manusia.

     

     "Ini bentuk dukungan kami dan Uni Eropa bahwa kami tidak sekadar lontarkan ide tapi juga berjuang sampai mewujudkan dan menyosialisasikan,"pungkasnya.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.