• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Sabtu, 30 Mei 2020

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Tiga Kali Ganti Kapolres, Kasus Gudang Veem Belum Terungkap
    VICKY DA GOMEZ | Sabtu, 19 Juli 2014 | 12:25 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Tiga
    Kapolres Sikka, AKBP Budi Hermawan

     

    Maumere, Flobamora.net - Proyek Pembangunan Gudang Veem dan Pelataran Parkir senilai Rp 1 miliar lebih tersandung masalah sejak tahun 2010. Pelaksanaan proyek ini pun sudah diselidiki Polres Sikka. Namun, meski sudah ada pergantian tiga Kapolres dan enam Kasat Reskrim, dugaan korupsi kasus ini belum terungkap.

               

    Data yang dihimpun Flobamora.net, Proyek Pembangunan Gudang Veem dan Pelataran Parkir pada Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sikka ini sudah masuk ke Polres Sikka sejak tahun 2010. Sampai dengan Selasa (15/7), kasus proyek ini masih tercatat rapi pada papan laporan kepolisian di Unit Tipikor Reskrim Sikka.

               

    Selama kurang lebih empat tahun di Polres Sikka, setidaknya tiga orang Kapolres Sikka yang berhadapan dengan kasus ini sejak Agus Supriyatno, Ghiri Prawijaya hingga kini Budi Hermawan. Dan kasus ini pun sudah dijejaki enam orang Kasat Reskrim, dari Samuel Simbolon, Thobias Tamonob, Arif Sadikin, Ahmad, Faisal Fetsy, dan kini Wirhan Arif.

               

    Ditemui wartawan di Kantor Polres Sikka Selasa (15/7) lalu, Kapolres Sikka, Budi Hermawan yang ditanya Flobamora.net tentang nasib dugaan korupsi proyek pembangunan gudang veem dan pelataran parkir, berjanji akan menyelidiki kasus ini. 

               

    “Ya, nanti kami selidiki. Sementara ini kami masih fokus pada Pasar Alok. Semua kasus yang sudah masuk ke kami akan kami selidiki termasuk gudang veem,” jawab Budi Hermawan yang saat itu ikut memantau jalannya pemeriksaan tersangka kasus Pasar Alok.

               

    Informasi yang dihimpun Flobamora.net, penyidik Polres Sikka telah mengambil keterangan dari 11 orang saksi. Mereka adalah Kadis Hubkominfo Robertus Lameng, Pejabat Pembuat Komitmen Tahap 1 dan Kuaasa Pengguna Anggaran Tahap II, Endang Sri Sumartin, dan  Pejabat Pembuat Komitmen Tahap II, Fred K. Djen.

     

    Selain itu juga telah dimintai keterangan dari Ketua Panitia Lelang Stanislaus, Panitia Lelang Yance Padeng, Paskalis Fernandes Bello, Simon Petrus, Gaudensius Nong Pio, dan Dominikus Dion. Dua orang kontraktor juga telah dimintai keterangan yakni Direktur CV Putra Aryanto Chindranata Nikolay selaku kontraktor pelaksana, dan Direktur CV Cipta Perdana Muahamad La’adi selaku kontraktor peserta lelang. 

     

    Proyek ini dikerjakan dalam dua tahap yakni TA 2007 dan TA 2008. Pelaksanaan proyek ini ditengarai mengandung unsur pidana korupsi. Hingga saat ini bangunan gudang veem dan pelataran parkir yang terletak di dalam Kompleks Pelabuhan Laurens Say sama sekali tidak difungsikan sesuai peruntukan. Bahkan disinyalir sejak proyek ini selesai bangunan ini belum pernah dimanfaatkan.

     

    Pelaksanaan proyek tahap kedua dengan pagu dana sebesar Rp 593.777.000 menggunakan metode penunjukkan langsung (PL). Metode ini diduga melanggar Keppres 80 Tahun 2003, karena peraturan tersebut mengisyaratkan PL hanya bagi pagu yang tidak melebihi Rp 50 juta.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.