• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 03 Agustus 2020

     
    Home   »  Pemilu
     
    Pengamat : Minta Tunda Rekapitulasi Nasional, Prabowo-Hatta Dinilai Panik
    RSKY | Minggu, 20 Juli 2014 | 13:34 WIB            #PEMILU

    Pengamat
    Prabowo Subianto

     

     

    Jakarta - Permintaan tim pemenangan pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa agar Komisi Pemilihan Umum menunda penghitungan dan penetapan hasil rekapitulasi nasional Pemilu Presiden 2014 dinilai sebagai suatu bentuk kepanikan. Pasalnya, hasil real count KPU di berbagai provinsi memang menunjukkan kemenangan untuk pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

    "Logika tidak nyambung. Jangan-jangan memang benar lagi panik lihat hasil real count KPU," kata pengamat politik dari Universitas Gadjah Mada Ari Dwipayana, di Jakarta, Minggu (20/7).

     
    Ari menilai, permintaan penundaan itu justru tidak konsisten dengan sikap kubu Prabowo-Hatta yang berulang kali mengklaim kemenangan berdasarkan hasil quck count atau real count internal mereka. Terbukti, kata dia, kemenangan selama ini hanya klaim yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

    "Ironi, gagasan tunda pengumuman ditengah masih ada keyakinan menang real count 1,6 persen atau bahkan 7 persen. Kalau menang ngapain ditunda?" ujarnya.

    Ari juga menilai, alasan kubu Prabowo yang menyebut banyak terjadi kecurangan adalah hal yang tidak mengada-ada. Pasalnya, proses penghitungan suara oleh KPU sudah sangat terbuka dan setiap saksi bisa mengajukan protes langsung jika menemukan indikasi kecurangan.

    Sebelumnya, Anggota tim pemenangan Prabowo-Hatta, Didik Supriyanto, meminta kepada Komisi Pemilihan Umum untuk menunda rekapitulasi suara pemilu presiden di tingkat nasional. Menurut dia, proses rekapitulasi di daerah-daerah masih bermasalah. Sesuai jadwal, rekapitulasi tingkat nasional akan dilakukan pada Minggu (20/7/2014) hingga Selasa (22/7/2014).

    Rencananya, KPU akan mengumumkan pemenang pilpres pada 22 Juli. Dalam UU Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pilpres Pasal 158 ayat (1) disebutkan, KPU menetapkan hasil rekapitulasi penghitungan suara dan mengumumkan hasil pilpres dalam sidang pleno terbuka yang dihadiri oleh pasangan calon dan Bawaslu. Dalam ayat (2) disebutkan, penetapan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan paling lama 30 (tiga puluh) hari sejak hari pemungutan suara.


     


    Sumber: www. Kompas.com
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.