• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 16 September 2019

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Pendidikan Unggul Tergantung Mutu Guru
    VICKY DA GOMEZ | Selasa, 22 Juli 2014 | 22:42 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Pendidikan
    Gubernur NTT, Frans Lebu Raya bersama salah seorang warga di Maumere

     

    Maumere, Flobamora.net - Gubernur NTT, Frans Lebu Raya menegaskan bahwa guru memegang peranan yang sangat penting dalam sektor pendidikan. Dia menyebut guru adalah jantungnya pendidikkan. Karena itu pendidikan yang baik, bermutu dan unggul tetap akan tergantung kepada kondisi mutu guru.

               

    Demikian disampaikan Frans Leburaya yang diwakili Bupati Sikka Yoseph Ansar Rera saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) Guru Tingkat Provinsi NTT di Hotel Sylvia Maumere Selasa (22/7).

     

    Mubes guru ini diikuti oleh utusan ratusan guru dari kabupaten/kota di NTT. Tahun depan kegiatan ini diubah nomenklaturnya menjadi Flobamora Teachers Club.

               

    “Tanpa peran aktif guru, kebijakan pembaruan pendidikan secanggih apapun tetap akan sia-sia. Sebagus apapun dan semoderen apapun sebuah kurikulum dan perencanaan strategis pendidikan, jika tanpa guru yang berkualitas, tidak akan membuahkan hasil yang optimal,” paparnya.

               

    Dia menambahkan, dalam dunia pendidikan, keberadaan serta peran dan fungsi guru merupakan salah satu faktor yang sangat penting dan strategis. Guru menjadi bagian terpenting dalam proses belajar mengajar, baik di jalur pendidikan formal, informal maupun nonformal. Guru juga memiliki peran yang strategis dalam mencerdaskan anak bangsa dan mendorong berkembangnya potensi peserta didik.

               

    Lebu Raya menyinggung filosofi sosial budaya dalam pendidikan di Indonesia, telah menempatkan fungsi dan peran guru sedemikian rupa sehingga guru di Indonesia mempunyai peran ganda.

               

    “Guru dituntut tidak hanya sebagai pendidik yang mentransformasikan nilai-nilai ilmu pengetahuan, tetapi sebagai penjaga moral bagi anak didik. Bahkan tidak jarang guru dianggap sebagai orang kedua setelah oranbg tua anak didik,” ujarnya.

               

    Atas dasar fungsi dan peran tersebut, Frans Lebura ya mengatakan seorang guru dituntut memiliki profesionalisme. Dan jika profesionalisme guru telah terpenuhi maka diyakini mampu mengubah peran guru yang tadinya pasif menjadi guru yang aktif, inovatif dan dinamis.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.