• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 29 Oktober 2020

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Pelantikan Bupati Sumba Barat Daya Terancam Batal
    ALBERTO | Senin, 04 Agustus 2014 | 20:45 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Pelantikan
    Kepala Biro Tata Pemerintahan Setda Provinsi NTT, Silvester Banfatin

     

     

    Kupang, Flobamora.net - Tarik ulur seputar pelantikan Bupati Sumba Barat Daya (SBD) belum terhenti. Rencana pelantikan  Bupati terpilih Markus Dairo Tallu- Ndara Tanggu Kaha pada 6 Agustus 2014, ditolak DPRD setempat.

     

    Kepala Biro Tata Pemerintah Nusa Tenggara Timur (NTT) Silvester Banfatin yang ditemui di Kupang, Senin (4/8) mengatakan pemerintah NTT sudah bersurat ke DPRD Sumba Barat Daya (SBD) untuk mempersiapkan pelantikan Bupati terpilih Markus Dairo Tallu- Ndara Tanggu Kaha.

     

    “Kami heran, dulu mereka (DPRD) mendesak agar segera dilantik, sekarang mereka justru menolak pelantikan itu. Jika kondisinya memang demikian, rencana pelantikan terancam batal, ” kata Silvester.

     

    Pelantikan Bupati Sumba Barat Daya (SBD) Markus Dairo Tallu- Ndara Tanggu Kaha, menurut dia, harus dilaksanakan melalui sidang paripurna istimewa terkait pelantikan bupati dan wakil bupati terpilih periode 2014-2019.

     

    Pelantikan bupati SBD ini, berdasarkan surat menteri dalam negeri (Mendagri) nomor 131.53/1424/OTDA tertanggal 28 Maret 2014. Berdasarkan surat itu, Gubernur NTT menyurati DPRD setempat agar menyiapkan acara pelantikannya.

     

    Pihaknya masih terus melakukan koordinasi dengan DPRD setempat untuk mempersiapkan acara pelantikan tersebut. Namun, jika tetap menolak dan tidak diagendakan maka pelantikan tentunya harus ditunda. “Konsultasi kami hingga siang ini masih ada kepastian dari DPRD setempat,” katanya.

     

    Pelaksana Tugas Bupati Sumba Barat Daya, Antonius Umbu Zaza mengatakan acara pelantikan itu merupakan tanggungjawab DPRD dan menjadi kewenangan mereka, bukan pemerintah daerah, sehingga pihaknya juga masih menunggu keputusan dari DPRD setempat. “Mereka (DPRD) sedang menggelar rapat tertutup terkait acara pelantikan ini,” katanya.

     

    KPUD Sumba Barat daya (SBD) dalam rapat pleno tanggal 10 Agustus 2013, menetapkan perolehan suara pasangan calon bupati dan wakil bupati Sumba Barat Daya, Markus Dairo Talu-Dara Tanggu Kaha meraih 81.543 (47,62 persen), Kornelis Kodi Mete- Daud Lende Umbu Moto 79.498 suara (46,43 persen) dan pasangan Jacob Malo Bulu-John Mila Mesa Geli 10.179 suara (5,94 persen).

     

    Karena mendulang suara terbanyak, dalam rapat pleno itu, KPUD SBD menetapkan Markus Dairo Tallu-Ndara Tanggu Kaha sebagai Bupati dan Wakil Bupati terpilih periode 2014-2019. Sayangnya, kemenangan yang diraih pasangan ini mendapat penolakan dari masyarakat setempat, berakibat pada terkatung-katungnya rencana pelantikan tersebut.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.