• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 25 Oktober 2021

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Ribuan Orang Serobot Tanah HGU Nangahale
    VICKY DA GOMEZ | Senin, 11 Agustus 2014 | 20:26 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Ribuan
    Ilustrasi

     

     

    Maumere, Flobamora.net - Massa yang berjumlah lebih dari seribu orang menyerobot tanah hak guna usaha (HGU) Nangahale milik Keuskupan Maumere di Kecamatan Talibura, Sabtu (9/8) akhir pekan lalu .

     

    Aksi ini berlangsung dari sekitar pukul 05.00 waktu setempat. Setelah 7 jam menduduki tanah tersebut, massa pun membubarkan diri. Suasana kembali kondusif.

               

    Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Adeodatus Buang da Cunha yang dihubungi Flobamora.net, mengaku telah mendengar aksi massa yang menduduki tanah HGU Nangahure. Dengan kapasitas yang terbatas karena tanah tersebut milik Keuskupan Maumere, Adeodatus Buang da Cunha hanya mampu melakukan koordinasi dengan pelbagai instansi terkait untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut.

               

    “Yah, saya sudah dengar, saya masih koordinasi dengan berbagai instansi, sambil menunggu petunjuk lebih lanjut. Yang kami tahu (tanah) ini kan milik Keuskupan Maumere, jadi prinsipnya Satpol PP siap jika back up jika ada perintah,” tukas Buang da Cunha.

     

    Camat Talibura Laurensius Lilo yang dihubungi Flobamora.net melalui telepon selular membenarkan ribuan orang telah menduduki tanah HGU Nangahure.  Ribuan orang itu datang dari lima desa yakni Natarmage, Tuabao, dan Ilinmedo di Kecamatan Waiblama, Desa Nangahale di Kecamatan Talibura, dan Desa Rubit di Kecamatan Waigete.

     

    Setelah mendengar adanya aksi ini, Lilo langsung menuju lokasi. Dia mengaku sudah bertemu dengan sejumlah orang yang ikut melakukan aksi. Tuntutan massa, terang Laurensius Lilo, yakni mengembalikan tanah HGU Nangahale sebagai hak ulayat mereka. Terhadap tuntutan tersebut, Laurensius Lilo tidak bisa menjawabinya, karena bukan menjadi kewenangannya.

     

    Massa pun mendesak membicarakan persoalan ini bersama sejumlah pihak terkait seperti Keuskupan Maumere, Pemkab Sikka, dan Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Sikka.

    Lilo mengakomodir desakan massa dan berjanji akan menyampaikan kepada Bupati Sikka. Dia meminta waktu persoalan ini baru akan dibicarakan setelah peringatan Hari Kemerdekaan RI.

     

    “Saat ini suasana sudah kondusif. Massa pelan-pelan sudah mulai membubarkan diri dan pulang ke rumah masing-masing. Saya sudah sampaikan mereka bahwa persoalan ini nanti akan dibicarakan setelah 17 Agustus. Tentang semua tuntutan mereka, hari ini pun saya akan laporkan kepada Pak Bupati,” jelasnya.

     

    Lilo mengatakan masyarakat adat setempat sering mengklaim tanah HGU Nangahale sebagai hak ulayat mereka. Dalam kurun waktu sekian tahun terakhir ini, mereka sering menduduki wilayah tanah tersebut.

     

    Dia enggan memberikan penjelasan lebih detail, karena beralasan bukan menjadi kewenangannya untuk memberikan keterangan.***

     




    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2021 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.