• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 06 Juli 2020

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Pemkab Sikka Belum Berani Tutup Karaoke Ratu Shin
    VICKY DA GOMEZ | Kamis, 14 Agustus 2014 | 15:34 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Pemkab
    Anggota DPRD Sikka, Hubert Moni

     

     

    Maumere, Flobamora.net - Pemkab Sikka masih belum berani mengambil sikap tegas untuk menutup karaoke Ratu Shin yang selama delapan bulan ini beroperasi tanpa kantongi izin. Sepertinya pemerintahan di bawah duet An-Sar ini masih ragu-ragu bertindak.

               

    Hubertus Moni, anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Sikka, pada rapat paripurna Rabu (13/8), meminta sikap tegas Bupati Sikka Yoseph Ansar Rera terhadap persoalan ini. Menurut dia, seharusnya pemerintah segera menutup karaoke Ratu Shin, karena selama ini beroperasi tanpa ada izin operasi.

               

    Dia mengatakan dengan beroperasinya karaoke Ratu Shin tanpa izin, maka berdampak pada tidak terbayarnya retribusi pajak hiburan. Hal ini, menurut dia, ditilik dari sisi penerimaan daerah maka sangat merugikan daerah ini.

     

    “Mestinya daerah ini mendapat tambahan penerimaan dari karaoke Ratu Sin, tapi nyatanya usaha ini berjalan tanpa ada izin. Herannya pemerintah membiarkan saja. Mestinya ditutup saja usaha itu, sambil menunggu terbitnya izin operasional,” tegasnya.

     

    Bupati Sikka Yoseph Ansar Rera pada kesempatan itu mengaku bahwa karaoke Ratu Shin belum memiliki izin operasional. Karena belum memiliki izin operasional, ujarnya, pungutan pajak hiburan belum dapat dilakukan. Dia berjanji pemerintah akan melakukan penertiban sambil menunggu penerbitan izin usaha.

     

    Dengan sedikit santai, Yoseph Ansar Rera mengaku pernah ke Ratu Shin dan memanfaatkan fasilitas karaoke tersebut. Karaoke Ratu Shin, katanya, lebih cenderung bersifat karaoke untuk keluarga.

     

    Sementara itu Kepala Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT) Kabupaten Sikka Laurensius Bertholomeus yang ditemui di Gedung DPRD Sikka, Rabu (13/8) malam, mengakui karaoke Ratu Shin beroperasi tanpa izin.

     

    Ditanya kenapa aktifitasnya tidak dihentikan saja atau ditutup, dia beralasan sedang melakukan pembenahan. Dia tidak menjelaskan lebih lanjut tentang pembenahan apa yang dia maksudkan.***

     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.