• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Minggu, 20 Oktober 2019

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Pemprov NTT Bantah Usulkan Pemutihan Sewa Aset
    ALBERTO | Jumat, 15 Agustus 2014 | 15:42 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Pemprov
    Sekda Provinsi NTT, Fransiskus Salem

     

    Kupang, Flobamora.net – Pemerintah Provinsi NTT membantah akan memutihkan tunggakan sewa aset pada Ruko Frienship di Naikoten I, sewa bekas Hotel Flobamora, dan sewa tanah di lokasi Kawasan Industri (KI)Bolok oleh sejumlah pengusaha.

    Sekretaris Daerah NTT Frans Salem yang dikonfirmasi, Rabu (13/8) lalu mengatakan, pihaknya tidak pernah mengusulkan pemutihan atau penhapusan  terhadap tunggakan sewa aset-aset tersebut.

    "Penghapusan itu ada mekanismenya. Tidak ada hapus sembarang-sembarang. Masa orang sewa aset diminta untuk dihapus," katanya.

    Menurutnya, penagihan sewa aset seperti pada Ruko Friendship baru akan dilakukan pada saat jatuh tempo. Dan perpanjangan kontrak boleh dilakukan apabila semua kewajiban penyewa sudah dilaksanakan.

    Dia menampik tunggakan sewa Ruko Friendship mencapai Rp 300 juta lebih. Menurutnya, tunggakan itu hanya sekitar Rp 30-an juta. Khusus sewa tanah di KI Bolok, ia mengatakan, juga tidak ada penghapusan.

    Salem mengatakan, penghapusan tunggakan bisa dilakukan terhadap para mantan bendahara yang sudah meninggal, namun keluarganya tidak mampu untuk membayar. Itu pun harus dilakukan sesuai aturan yang berlaku.

    "'Kalau tidak dihapus, jadi beban administrasi," jelasnya.

    Hal yang sama, lanjutnya, juga dilakukan terhadap koperasi yang masih punya tunggakan, namun badan hukumnya sudah tidak ada lagi atau tidak beraktivitas lagi.

    Ditanya mengenai tunggakan pengembalian pinjaman oleh PT Citra Desain senilai Rp 300 juta lebih dari pinjaman Rp 500 juta, Salem mengatakan, itu juga tidak bisa dihapus. Pihaknya terus menagih perusahaan bersangkutan.

    Ketua Komisi C DPRD NTT Stanis Tefa mengatakan, pihaknya akan menolak usulan pemutihan tunggakan sewa aset milik Pemerintah Provinsi NTT  senilai Rp 3, 185 miliar.

    Dia menyebut aset yang disewakan dan diusulkan untuk diputihkan tunggakannya itu  antara lain Ruko Friendship di Naikoten I, sewa gedung bekas Hotel Flobamora oleh Universitas San Pedro, dan sewa tanah di  Kawasan Industri Bolok (KI Bolok) oleh sejumlah perusahaan namun belum dibayar hingga sekarang.

    Tefa menuturkan, berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan, tunggakan sewa Ruko Frienship atau yang belum terbayar mencapai Rp 300-an juta . Sementara untuk KI Bolok mendekati Rp 2 miliar.

    Usul pemutihan, kata dia, juga terhadap pinjaman PT Citra Desain  sebanyak Rp 500 juta untuk pelatihan pengiriman tenaga kerja yang sia pengembaliannya Rp 321 juta.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.