• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 30 November 2020

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Penerapan Hukum Jangan untuk Kepentingan Perut
    VICKY DA GOMEZ | Senin, 18 Agustus 2014 | 14:19 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Penerapan
    Herman Jumat Masan (Foto : vicky da gomez)

     

     
    Maumere, Flobamora.net - Terpidana mati Hermat Jumat Masan mengingatkan para aparat penegakan hukum di Indonesia, khususnya di Kabupaten Sikka, agar jangan sekali-kali menerapkan hukum untuk kepentingan perut.

     

    Dia berharap penerapan hukum terhadap seseorang benar-benar sesuai dengan tindakan pelanggaran hukum yang dilakukan orang tersebut.

               

    Herman Jumat Masan menyampaikan peringatan ini ketika dikonfirmasi sejumlah media di Rutan Maumere, Minggu (17/8), usai mengikuti apel penghormatan penyerahan remisi umum kepada 84 narapidana di lembaga pemasyarakatan itu.  

               

    Dari pandangannya selama berada di Rutan Maumere, dan berkomunikasi dengan ratusan narapidana di situ, dia menangkap kesan, penanganan masalah hukum dan penerapannya terhadap para pelanggar hukum, masih diselimuti kepentingan cara mendapatkan uang.

               

    “Ketika  ada kesalahan, ada kekeliruan, penangaan kasus sampai dewasa ini, masih seperti cara mendapatkan uang, a way of need money. Dan pasar, bukan saja barang dan jasa, tetapi seperti penegak hukum juga melihat ini sebagai suatu cara, pasar gaya baru, untuk bisa menentukan nasib orang. Pertanyaan kita dari aspek hukum kapan kita merdeka?” tukasnya reflektif.

                 

    Terpidana mati ini ini tidak menyebutkan detail kasus hukum yang terindikasi adanya permainan uang, dan aparatur hukum mana yang diduga terlibat di dalamnya. Tapi dia mengakui bahwa hal-hal seperti itu masih sering terjadi, dan itu dia ketemukan saat komunikasi dengan sejumlah narapidana di Rutan Maumere.

     

    Dengan momentum kemerdekaan ini, dia berharap semua oerang melakukan refleksi agar hukum tidak lagi menjadi lahan untuk orang bisa mengisi perutnya.

     

    Hematnya, seseorang ditindak melakukan pelanggaran hukum bukan karena uang, tetapi karena murni pelanggaran yang dilakukan.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.