• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Selasa, 02 Juni 2020

     

     
    Home   »  Internasional
     
    Wow...!Tengkorak Bayi "Ngumpet" dalam Perut Ibu Selama 36 Tahun
    RSKY | Minggu, 24 Agustus 2014 | 11:19 WIB            #INTERNASIONAL

    Wow...!Tengkorak
    Tulang belulang bayi yang ditemukan dalam perut seorang perempuan. (Mirror/City Hospital)

     
    Flobamora.net - Seonggok tulang belulang bayi ditemukan di dalam perut seorang perempuan asal Madya Pradesh, India. Tanpa disadarinya, tulang belulang itu sudah berada di dalam perut si perempuan selama 36 tahun.

     

    Perempuan bernama Jyoti Kumar itu diyakini sebagai perempuan yang mengalami kehamilan ectopic terlama di dunia. Kehamilan ectopic terjadi saat janin tidak tumbuh di dalam rahim, seperti kehamilan pada umumnya. Kehamilan seperti ini membahayakan bagi nyawa ibu dan janin yang dikandungnya.

     

    Pada kasus Jyoti, perempuan itu mengalami kehamilan pada tahun 1978. Ketika itu usianya masih 24 tahun. Saat itu, Jyoti diberitahu kecil kemungkinannya si jabang bayi akan selamat. Namun, karena takut dioperasi, Jyoti lebih memilih mencari pengobatan di klinik kecil, hanya untuk menghilangkan rasa sakitnya.

     

    Beberapa bulan kemudian, rasa sakit hilang dan Jyoti berpikir, masalahnya sudah selesai. Namun, 36 tahun kemudian, saat usianya sudah 60 tahun, Jyoti kembali merasakan sakit di perut bagian bawah.

     

    Dokter melihat adanya benjolan yang awalnya disangka kanker. Namun, setelah dilakukan CT scan, tampak gumpalan material yang sudah mengapur di antara rahim, usus, dan kandung kemih.

     

    Berdasarkan hasil pemeriksaan, terungkaplah bahwa benjolan itu adalah tulang belulang bayi yang sudah bertahan selama 36 tahun di perut Jyoti. Tulang belulang itu terbungkus jaringan ikat yang berimpit dengan organ-organ tersebut. Tak heran Jyoti kerap merasa sakit, sulit buang air kecil, dan demam.

     

    Setelah melakukan studi literatur, tim dokter yang menangani Jyoti menemukan kasus serupa pernah menimpa seorang perempuan Belgia. Janin bertahan di luar rahim si perempuan Belgia selama 18 tahun.***


     


    Sumber: Mirror
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.