• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Minggu, 20 Oktober 2019

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Tiga Kali Ketua DPRD Rote Ndao Mangkir dari Panggilan Penyidik Kejaksaan
    DEM | Jumat, 29 Agustus 2014 | 22:28 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Tiga
    Cornelis Feoh

     

    Kupang, Flobamora.net - Cornelis Feoh Ketua DPRD Rote Ndao tersangka (tsk) dalam kasus dugaan korupsi tanah hibah di Kabupaten Rote Ndao yang merugikan Negara hingga Rp 300 juta, untuk ketiga kalinya mangkir dari panggilan tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Ba’a.

     

    Sesuai rencana tim penyidik Kejari Ba’a akan melakukan pemeriksaan terhadap tersangka pada, Jumat (29/8) di Kejari Kupang. Pemeriksaan terhadap tersangka dilantai dua Kejari Kupang oleh Kasi Intel Kejari Ba’a, Dipo Iqbal.

     

    Kasi Intel Kejari Ba’a, Dipo Iqbal kepada wartawan di Kupang, Jumat (29/8) mengatakan sesuai rencana dirinya akan melakukan pemeriksaan terhadap tersangka pada, Jumat (29/8) di Kejari Kupang, namun tersangka untuk ketiga kalinya mangkir dan ini merupakan kali ketiganya.

     

    Dipo mengatakan, sikap yang ditunjukan oleh tersangka merupakan suatu sikap yang tidak terpuji dan akan mempersulit dirinya sendiri dalam kasus itu, karena dirinya saat ini menyandang status sebagai tersangka.

     

    “Ini akan persulit dirinya sendiri, tersangka sudah ketiga kalinya mangkir dari panggilan, “ kata Dipo.

     

    Dia menegaskan, karena tersangka telah mangkir dari panggilan tim penyidik Kejari Ba’a untuk ketiga kalinya maka tim penyidik Kejari Ba’a akan melakukan upaya lain sesuai KUHAP yakni dengan upaya paksa untuk menghadirkan tersangka.

     

    Dia menjelaskan tersangka hanya mengirimkan surat yang diantar oleh kuasa hukumnya, Isak. Dalam surat tersebut dituliskan bahwa panggilan pertama, kedua dan ketiga yang dilayangkan oleh Kejari Ba’a kepada tersangka, itu merupakan surat yang dianggap cacat oleh hukum.

     

    Dia  menerangkan isi surat yang diantar oleh kuasa hukumnya, menjelaskan bahwa seharusnya  pemanggilan oleh Kejari Ba’a untuk dilakukan pemeriksaan seharusnya di Kabupaten Rote Ndao bukan di Kejari Kupang, karena wilayah hukumnya Kejari Ba’a hanya sebatas Kabupaten Rote Ndao.

     

    Menganggapi surat dari kuasa hukum Dipo menegaskan dirinya tidak akan peduli dengan surat tersebut. Pihaknya akan melakukan upaya paksa untuk menghadirkan tersangka untuk diperiksa.

     

    Menyoalkan surat itu bahwa wilayah hukum harus di Rote Ndao sehingga harus diperiksa di Rote Ndao, Dipo mengatakan tim penyidik memanggil tersangka untuk diperiksa bukan atas nama penyidik sendiri tetap atas nama Kejaksaan dan itu berlaku dimana saja. Dirinya hanya menggunakan gedung untuk dilakukan pemeriksaan.

     

    Yohanes D Rihi (JR) pada kesempatan terpisah menegaskan bahwa tersangka tidak akan memenuhi panggilan jaksa meskipun dipanggil hingga ratusan kali. Karena panggilan itu cacat akan hukum.***

     
    BERITA TERKAIT
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.