• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Selasa, 19 November 2019

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Karyawan Mogok, SPBU Waipare Ditutup
    VICKY DA GOMEZ | Kamis, 04 September 2014 | 16:03 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Karyawan
    Stasiun pengisi bahan bakar umum (SPBU) di Waipare yang ditutup karena aksi mogok karyawan

     

    Maumere, Flobamora.net - Stasiun pengisi bahan bakar umum (SPBU) yang terletak di Waipare, sekitar 7 kilometer dari Kota Maumere, Kabupaten Sikka, hari ini, Kamis (4/9) ditutup sejak pagi hari. Masalahnya karena sebanyak 19 karyawan di SPBU tersebut melakukan aksi mogok kerja.

               

    Aksi mogok para karyawan ini dipicu oleh sejumlah persoalan yang terjadi pada SPBU tersebut. Paling tidak ada tujuh tuntutan yang disampaikan para karyawan berkaitan dengan aksi mogok ini.

     

    Tujuh tuntutan tersebut yakni, gaji dipotong tanpa alasan jelas, pemotongan BPJS Ketenagakerjaan dibebankan kepada karyawan, tidak ada kenaikan gaji sesuai masa kerja malah yang ada hanya penyesuaian upah minimum provinsi, jika tidak masuk kerja (sakit, izin dan alpa) gaji dipotong, semua karyawan kerja rangkap, biaya fasilitas seragam dibebankan kepada karyawan, dan tidak ada hari libur dan lembur.

     

    Karyawan yang melakukan mogok kerja sejak pagi sudah berada di SPBU Waipare. Mereka mengenakan pakaian karyawan sebagaimana setiap harinya. Hanya saja mereka tidak melakukan aktifitas melayani konsumen. Mereka justeru masuk ke kantor SPBU dan duduk-duduk saja di situ.

     

    Sementara itu pintu masuk SPBU ditutup sejak pagi hari. Sebuah kertas berwarna merah muda yang bertuliskan tuntutan karyawan digantung di pintu gerbang. Padahal biasanya SPBU ini buka setiap pukul 07.00 Wita. Akibatnya, sejak pagi hari kendaraan roda dua dan roda empat mulai antri. Mengetahui bahwa karyawan sedang mogok kerja, konsumen pun pindah ke SPBU Waioti.

     

    Heru Sukamto, pemilik SPBU tidak bisa ditemui. Flobamora.net hanya bertemu dengan Susanawati Gautama, selaku kuasa dari pemilik SPBU Waipare. Susanawati Gautama mengaku perusahaannya aman-aman saja. Ketika disosdorkan tuntutan para karyawan, Susanawati Gautama beralasan dia baru mengetahui tuntutan tersebut. Dia sendiri tidak mau memberikan keterangan secara detail berkaitan dengan tuntutan-tuntutan itu.

     

    Setelah beberapa lama menunjukkan aksi mogok kerja di SPBU, para karyawan langsung menuju ke Kantor Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sikka. Mereka pun bertemu Kadis Sosnakertrans A.G. Konterius dan menyampaikan persoalan yang sedang mereka alami.

     

    Rencananya, para karyawan ini juga akan mengadukan perusahaan mereka ke DPRD Sikka. Namun hingga siang tadi, mereka masih terus berada di Dinas Sosnakertrans. Kemungkinan mereka baru akan ke DPRD pada keesokan hari, Jumat (5/9).***


     
    BERITA TERKAIT
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.