• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Selasa, 16 Juli 2019

     

     
    Home   »  Ekonomi & Investasi
     
    Kakao di Sikka Sedang Sakit Berat
    VICKY DA GOMEZ | Sabtu, 06 September 2014 | 21:51 WIB            #EKONOMI & INVESTASI

    Kakao
    Kepala Litbang Pertanian, Ujang Ahyar (Foto: flobamora.net/ vicky da gomes

     

    Maumere, Flobamora.net – Tanaman kakao yang ada di Kabupaten Sikka kini ibaratnya sedang sakit berat. Dan karena sedang sakit berat, maka penanganannya pun harus serius dan total. Jika ditangani setengah-setengah maka tidak akan mendapatkan hasil yang baik.

               

    Pendapat ini dikemukakan Kepala Litbang Pertanian, Ujang Ahyar di hadapan para petani dan penyuluh petani pada forum temu lapang bersama Bupati Sikka Yoseph Ansar Rera, di Dusun Tanah Merah Desa Talibura Kecamatan Talibura, Sabtu (6/9).

               

    Dia mengatakan selama kurang lebih 6 tahun ini pemerintah sudah melakukan program pengendalian. Namun sejauh ini, ujarnya, tingkat keberhasilan masih sangat rendah.

     

    Persoalannya karenan penanganannya masih sebagian-sebagian. Padahal menurut dia, mestinya dilakukan perbaikan secara keseluruhan.

               

    Selain itu tambahnya, kemampuan petani kakao menyerap teknologi juga masih sangat rendah.  Belum lagi, tambahnya, masih rendahnya kemauan petani kakao untuk ikut melakukan pengendalian.

     

    “Selama 6 tahun ini kami sudah melakukan pengendalian dengan intervensi teknologi. Tapi selama itu, di Hewokloang misalnya, hanya ada 1 petani yang ikut terlibat. Yang lainnya tidak mau,” paparnya.

     

    Sebelumnya, masalah tanaman kakao ini juga disinggung oleh Kepala BPK Talibura Dionisius Nong. Dia mengatakan selama ini kakao para petani sering mengalami serangan hama penyakit. Para petani sudah berupaya dengan segaka cara namun belum mendapatkan solusi yang tepat.

     

    Hal senada diutarakan Kepala BPK Hewokloang Klemens, yang menyampaikan bahwa kakao di Hewokloang juga hampir setiap saat diserang hama penyakit. Menurut Klemens, segala jenis program pengendalian sudah diikuti para petani namun tetap saja hama penyaklit masih menyerang kakao petani.

     

    Kepala Dinas Pertanian, Hengky Sali mengatakan bahwa kakao yang terdapat di seluruh Kabupaten Sikka umurnya sudah di atas 25 tahun. Dengan kondisi seperti ini, tegasnya, satu-satunya jalan yang perlu dilakukan hanyalah melalui peremajaan.

     

    Bupati Sikka, Yoseph Ansar Rera meminta instansi terkait untuk melakukan pemetaan secara serius agar pemerintah memiliki data yang valid tentang tanaman kako yang bermasalah di Kabupaten Sikka. Dengan pemetaan dan data yang valid, pemerintah bisa melakukan intervensi program yang tepat.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.