• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 27 Januari 2022

     
    Home   »  Ekonomi & Investasi
     
    Populasi Ternak di Sikka Terganggu Tiga Masalah
    VICKY DA GOMEZ | Minggu, 07 September 2014 | 15:31 WIB            #EKONOMI & INVESTASI

    Populasi
    Camat Talibura, Lorens Lilo

     

     

    Maumere, Flobamora.net - Kabupaten Sikka mestinya bisa menjadi daerah penghasil ternak yang baik dan berkualitas. Namun populasi ternak di daerah ini setidaknya terganggu pada tiga masalah yakni kebiasaan pesta syukuran komuni pertama, kebutuhan konsumsi, dan maraknya kasus pencurian ternak.

               

    Demikian simpul pendapat yang terekam pada temu lapang para petani dan penyuluh bersama Bupati Sikka, Yoseph Ansar Rera dan Wakil Bupati , Paolus Nong Susar di Dusun Tanah Merah Desa Talibura Kecamatan Talibura, Sabtu (6/9).

     

    Temu lapang ini difasilitasi oleh Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Kabupaten Sikka yang dikoordinir oleh Kepala Badan Martha Huberty Pega.

               

    Adalah Camat Talibura Lorens Lilo yang mengungkapkan hal ini pada kesempatan awal menjadi moderator dalam temu lapang. Sebagai perpanjangan tangan bupati di Kecamatan Talibura, dia menangkap kesan syukuran komuni pertama dan kebutuhan konsumsi menjadi penghalang utama berkembangnya populasi ternak di wilayahnya.

     

    Sementara Kepala BPK Hewokloang Kanisius menambahkan masalah lain menyangkut pengembangan populasi ternak yakni maraknya kasus pencurian di Kecamatan Hewokloang dan sekitarnya.

               

    Tiga masalah ini secara umum sering ditemukan di Kabupaten Sikka secara keseluruhan. Acara komuni pertama yang biasanya terjadi sekali setahun di semua paroki di wilayah Keuskupan Maumere, biasanya diikuti dengan syukuran dalam bentuk pesta-pesta. Terkadang komuni pertama yang berlangsung hanya sehari, namun syukurannya bisa lebih dari satu hari.

               

    Maraknya kasus pencurian ternak, tidak dapat dipungkiri bahwa penyakit masyarakat ini telah mewabah ke mana-mana. Disinyalir ada kelompok-kelompok tertentu yang menjadi spesialis pencuri ternak. Namun kelompok-kelompok ini sering kurang terdeteksi.

               

    Bupati Sikka, Yoseph Ansar Rera tidak memberikan tanggapan terhadap masalah syukuran komuni pertama dan kebutuhan konsumsi masyarakat. Dia hanya memberikan tanggapan terhadap maraknya kasus pencurian ternak di Kabupaten Sikka.

     

    Dia mengatakan penyakit masyarakat seperti ini sudah masuk dalam ranah hukum yang menjadi kewenangan lembaga penegak hukum. Tetapi, dia mengajak semua aparat pemerintah dan masyarakat untuk bersama-sama memerangi kasus pencurian ternak.***

     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2022 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.