• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Sabtu, 31 Oktober 2020

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Bupati Ende : Mutasi Bukan Kiamat Kecil
    LEX | Senin, 08 September 2014 | 14:40 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Bupati
    Bupati Ende, Marselinus Y.W Petu

     

     

    Ende, Flobamora.net - Setelah lima bulan memimpin Kabupaten Ende akhirnya Bupati Marselinus Y.W Petu dan Wakil Bupati Djafar Achmad melakukan perombakan ‘kabinet’ dari sebelumnya ‘kabinet’ Don Bosco M. Wangge dan Achmad Mochdar.

     

    Sebanyak 22 pejabat eselon II di Lingkup Pemkab Ende, diangkat sumpah dan dilantik, Senin (8/9) di lantai II Kantor bupati setempat.

     

    Bupati Ende, Marselinus YW Petu dalam sambutannya pada kesempatan itu mengatakan, mutasi merupakan bagian dari pola pembinaan karier pegawai, dimana didalamnya terdapat upaya pembinaan , promosi dan penyegaran dalam peningkatan kinerja.

     

    Menurutnya, pembinaan pejabat hendaknya dimaknai sebagai refleksi kerja dan bukan kiamat kecil yang harus ditakuti.

     

    “Pembinaan bukan berarti ketidakpercayaan atau ketidakmampuan tetapi sebagai ruang penyadaran , tidak sebagai pribadi kita melainkan terhadap sistem pemerintah,” tuturnya.

     

    Dia mengakui, pelantikan ini merupakan pelantikan pertama dalam masa kepemimpinannya dan pelantikan itu sendiri, lebih kepada memperbaiki sistem dengan kepemimpinan yang ada dengan sistem yang lebih baik.

     

    “Pelantikan ini sebagai upaya kita untuk lebih memperbaiki sistem sehingga menjadi lebih baik dimana dapat menciptakan suatu sinergis yang positif dalam Satuan kerja dengan semangat baru , menjunjung tinggi profesionalitasdan mebangun kerja sama yang baik antara atasan dengan bawahan,” katanya.

     

    Lebih jauh Mantan Ketua DPRD Ende ini mengatakan, mutasi atau pelantikan pejabat ini sudah sesuai dengan aturan atau regulasi yang ada.B ukan balas dendam politik saat Pilkada kemarin meski beberapa kalangan melihat dari sisi politis.

     

    Dia mengatakan, jabatan bupati adalah jabatan politis sementara birokrasi tidak, namun demikian, dalam mutasi tersebut pasti ada juga pertimbangan politis.

     

    “Bahwa ada kaitan dengan Pilkada kemarin itu merupakan bagian dari pertimbangan politis. Namun yang pasti lebih kepada kerja sama dan membangun kembali sistem yang ada bukan orangnya, “ tambahnya.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.