Warning: ob_start(): output handler 'ob_gzhandler' conflicts with 'zlib output compression' in /home/flobamor/public_html/media.php on line 2
KPK Gelar Rakor Tata Niaga Sapi di NTT


  • LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Rabu, 19 Juni 2019

     

     
    Home   »  Ekonomi & Investasi
     
    KPK Gelar Rakor Tata Niaga Sapi di NTT
    ALBERTO | Rabu, 10 September 2014 | 13:17 WIB            #EKONOMI & INVESTASI

    KPK
    Ilustrasi

     
    Kupang, Flobamora.net  – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan adanya indikasi mafia atau kartel sapi di Nusa Tenggara Timur (NTT), sehingga isntituasi penegakan hukum itu harus mencegah agar peternak tidak dirugikan oleh oknum-oknum tidak bertanggungjawab.

     

    "Di NTT ada indikasi mafia sapi. Namun, kami belum tahu siapa pelakunya," kata Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI Busyro Muqoddas kepada watawan usai menggelar pertemuan tata niaga sapi dan daging sapi di Kupang, Rabu ( 10/9).

     

    Dia mengaku telah melihat sejumlah lokasi pembibitan dan rumah potong hewan (RPH) di NTT untuk mengetahui proses pengiriman sapi dari NTT ke daerah lain. Hal ini dilakukan untuk mencegah agar mafia dan kartel sapi yang diindikasikan di NTT bisa dicegah secara dini.

     

    Indikasi mafia ini, menurut dia, terungkap pasca tertangkapnya Lutfi Hasan Ishaq dan Fatanah sebagai terpidana dalam kasus impor sapi.

     

    Karena itu, dia mempertanyakan kenapa sapi di Indonesia harus diimpor dari luar negeri. "Justru dengan impor berlebihan, bisa dimanfaatkan untuk suap," katanya.

     

    Impor daging sapi dari luar negeri, katanya, sangat merugikan peternak di Indonesia, termasuk NTT. Karena itu, mafia dan kartel sapi di NTT harus dimonitoring bersama. "untung hanya orang-orang yang dekat dengan kekuaasaan. Bagaimana memberdayakan peternak," katanya.

     

    Kepala Dinas Peternakan NTT Thobias Uly mengatakan populasi ternak di daerah ini mencapai 823 ribu ekor untuk sapi ongol dan sapi bali. Dari jumlah itu, setiap tahun, NTT mengirimkan sapi hidup (gelondongan) ke Jakarta dan Kalimantan untuk memenuhi kebutuhan daging sebanyak 60 ribu ekor.

     

    "Populasi sapi masih cukup dan bisa dikembangkan lagi untuk memenuhi kebutuhan daging nasional," ujarnya.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.